/
Rabu, 22 Februari 2023 | 17:57 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu warga terdampak gempa Turki (Instagram/@rterdogan)

Gempa bumi Turki membawa masyarakat negeri itu menghadapi kondisi pascabencana. Infrastruktur akan dibangun kembali.

Gempa bumi Turki yang terjadi awal bulan ini (6/2/2023) dengan kekuatan mencapai 7,8 Magnitude masih berlanjut dengan gempa susulan. Banyaknya hingga 6.040 kali, di antaranya 1.628 gempa susulan 3 sampai 4 Magnitude, 436 gempa bermagnitudo 4 sampai 5, dan 40 gempa susulan bermagnitudo 5 sampai 6. Ada juga satu gempa susulan bermagnitudo 6,6.

Dikutip dari kantor berita Antara, Presiden Recep Tayyip Erdogan menjanjikan bahwa dalam waktu satu tahun, Turki siap menghidupkan kembali desa dan kota yang terdampai lindu besar itu.

Presiden Erdogan menyatakan total 70.000 rumah akan dibangun di desa-desa terdampak gempa dan diserahkan kepada penerima manfaatnya. Salah satunya kota Kahramanmaras yang menjadi pusat gempa atau episentrum.

Turki akan berusaha menuntaskan pembangunan hampir 200.000 rumah permanen dan menempatkan warganya di tempat tinggal dalam waktu satu tahun di 11 provinsi yang meliputi Adana, Adiyaman, Diyarbakir, Gaziantep, Hatay, Kahramanmaras, Kilis, Malatya, Osmaniye, Sanliurfa, dan Elazig.

Bangunan baru ini tidak akan memiliki lebih dari tiga atau empat lantai selain lantai dasar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Turki (AFAD), korban tewas akibat dua gempa besar bermagnitudo 7,7 dan 7,6 ini bertambah menjadi 42.310 jiwa.

Sekitar 376.000 warga Turki tinggal di asrama-asrama Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pemuda dan Olah Raga.

Total 300.000 tenda didirikan di daerah-daerah tertimpa gempa di mana 865.000 warga Turki ditampung, sementara 23.500 orang lainnya tinggal di peti kemas yang dialihfungsikan sebagai tempat penampungan.

Dalam kunjungan ke Distrik Nurdagi di Provinsi Gaziantep, ia bertemu dengan para korban gempa dan melihat rumah-rumah peti kemas dibangun untuk para korban.

"Lebih dari 1,1 juta bangunan sudah diperiksa di wilayah itu. Tercatat 458.000 bagian terpisah dari 139.000 bangunan sudah dihancurkan, akan dihancurkan, dan rusak parah," jelas Presiden Erdogan.

"Jumlah rumah yang akan kami bangun pada Maret di 11 provinsi tertimpa gempa akan menjadi sekitar 270.000," ungkapnya.

Load More