Tidak hanya tim SAR dan instansi penanganan terkait, Presiden Turki juga kena kritik soal penanganan kasus gempa bumi Turki.
Pada Kamis (9/2/2023), Parlemen Turki mengesahkan keadaan darurat. Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang tengah berkuasa dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) menyatakan mendukungnya, sementara Partai Rakyat Republik (CHP) dan Partai Rakyat Demokratik (HDP) yang beroposisi tak mendukung. Situasi kedaruratan ini akan berlaku tiga bulan di 10 provinsi terdampak gempa.
Dikutip dari kantor berita Antara, keadaan darurat artinya membuat pemerintah bertindak tanpa harus menunggu persetujuan parlemen. Pemerintah juga berwenang menyita peralatan, kendaraan, tanah, dan peralatan medis untuk keperluan mempercepat penanganan dampak bencana.
Keadaan darurat juga akan membatasi arus keluar masuk wilayah-wilayah yang tercakup dalam situasi keadaan darurat, selain kewenangan memindahkan orang dari satu distrik ke distrik lain.
Proses penyelamatan korban gempa bumi Turki sudah mulai lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya, apalagi setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkannya sebagai bencana nasional dan menerapkan keadaan darurat yang membuatnya melangkah cepat tanpa skrining parlemen.
Sejumlah kalangan, termasuk media massa, mengkhawatirkan langkah ini mengulangi masa represif seperti sewaktu ia mengumumkan keadaan darurat setelah kudeta gagal pada 2016.
Namun ia menepis kekhawatiran itu dengan menegaskan bahwa darurat nasional diperlukan guna mencegah salah perlakuan dan salah urus di kawasan-kawasan tertimpa gempa. Juga menandaskan pemerintah Turki akan mengambil langkah tegas kepada mereka yang berusaha memanfaatkan daerah terdampak gempa untuk kepentingannya sendiri.
Menurutnya, dalam status darurat, pemerintah justru lebih efektif dalam mencegah pihak-pihak yang berusaha memanfaatkan bencana, termasuk dari para penjarah harta korban gempa.
Tim penyelamat dan SAR di Turki dan Suriah berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan mereka yang masih bisa diselamatkan dan mengungsikan mereka yang nyawanya sudah tak bisa tertolong namun terimpit puing-puing bangunan.
Sebelum ditetapkan keadaan darurat, penanganan ini dirasakan lamban, sehingga warga melontarkan kritik. Bukan hanya petugas penyelamat dan SAR yang dikritik. Presiden Erdogan juga sempat menjadi sasaran kritik sampai dia terpaksa menutup sementara akun Twitter-nya karena banjir kecaman.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD), sampai Jumat pagi waktu setempat, jumlah korban tewas akibat gempa skala 7,8 Magnitude ini mencapai 18.342 orang.
Jumlah diperkirakan masih akan bertambah mengingat masih begitu banyak warga yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa.
Berita Terkait
-
Sohib saat Main di Juventus, Merih Demiral Lelang Jersey Bertanda Tangan Cristiano Ronaldo untuk Korban Gempa Bumi Turki
-
Dua WNI Korban Gempa Bumi Turki Meninggal Dunia, Dimakamkan di Kahramanmaras Hari Ini
-
Operasi HAARP Disebut-sebut Sebagai Pemicu Gempa Turki dan Timbulkan Kilat Petir, Benarkah?
-
Jumlah Korban Gempa Turki Mencapai 12 Ribu, Seperempat dari Negara Tetangga, Suriah
-
Gempa Bumi Turki, Bursa Saham Nasional Tutup Lima Hari dan Batalkan Semua Perdagangan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Kehadiran Raffi Ahmad di TKP Kecelakaan KRL - Argo Bromo Anggrek Picu Tanda Tanya: Apa Hubungannya?
-
Oknum Hakim Terseret Kasus Daycare Little Aresha Yogyakarta, Diduga Masuk Struktur Yayasan
-
Kecelakaan Kereta Api di Bekasi, KAI Madiun Batalkan 2 Jadwal Keberangkatan
-
25 Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan Pasca Kecelakaan, Ini Daftar Lengkapnya
-
Cuaca Jateng Hari Ini: Semarang Berpotensi Hujan, Dibayangi Ancaman Kemarau Terkering 30 Tahun
-
Apa Jenis Bedak yang Cocok untuk Kondangan? Cek 5 Rekomendasi Produk Berikut
-
Bos BP BUMN Jamin Pemenuhan Seluruh Hak Korban Tabrakan Kereta Api
-
Petugas Gantian Potong Gerbong KRL, Ada 3 Penumpang Terjepit
-
Perjalanan Kereta di Stasiun Gambir dan Senen Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi
-
Pertamina Dex Mahal, Harga Innova Diesel Sekarang Berapa?