Turki hadapi dua gempa bumi dahsyat dan mengingat bantuan yang mengalir dari seluruh dunia.
Pada Senin pekan lalu (6/2/2023) dua gempa bumi Turki mengguncang bagian selatan negeri itu. Masing-masing berkekuatan 7,8 Magnitude dengan pusat gempa di Kahramanmaras, dengan dampak terasakan di sembilan provinsi lainnya. Yaitu Hatay, Gaziantep, Adiyaman, Malatya, Adana, Diyarbakir, Kilis, Osmaniye, serta Sanliurfa.
Dikutip dari kantor berita Antara, getaran juga terasa di beberapa negara dan menyebabkan kerusakan luas di Suriah utara.
Dalam rilis terbaru Turki, korban mencapai 32.000 meninggal di Turki, serta 3.600 di Suriah. Sekira 8.000 orang korban di Turki berhasil diangkut dari reruntuhan, serta lebih dari 81.000 orang yang terluka akibat gempa bumi telah dipulangkan dari rumah sakit di negeri berbendera bulan sabit dengan dasar merah.
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (14/2/2023) mengirim pesan video kepada Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT World Government di Dubai, Uni Emirat Arab.
Dalam kesempatan itu ia mengucapkan Turki berterima kasih kepada semua negara atas bantuan yang mereka berikan dalam upaya pencarian dan penyelamatan serta bantuan setelah gempa bumi kembar yang kuat.
Selain itu Presiden Erdogan juga menyampaikan rilis data jumlah korban terbaru tadi, serta penanganan dan kesembuhan penyintas atau survivor.
"Saya ingin sekali lagi berterima kasih kepada semua negara sahabat dan saudara yang telah mengumpulkan bantuan untuk negara kami. Siang dan malam mendukung pencarian dan penyelamatan bersama tim mereka, dan tidak melupakan kita dalam doa mereka," sambut Presiden Erdogan.
Turki, yang menghadapi salah satu "bencana alam terbesar" tidak hanya dalam sejarahnya, juga dalam sejarah umat manusia, tidak akan pernah melupakan "persahabatan yang kalian tunjukkan di hari yang kelam itu," katanya lagi.
"Bencana gempa, sekali lagi menunjukkan pentingnya solidaritas internasional," tukasnya.
Turki sendiri telah menerima pesan dukungan dan belasungkawa dari lebih dari 100 negara, termasuk Uni Emirat Arab yang menjadi tuan rumah KTT.
"Pentingnya platform bilateral dan multilateral telah menjadi bukti hari ini saat sistem global dikelilingi oleh krisis," ungkap Presiden Erdogan.
"Dalam hal ini, Turki dan negara-negara Teluk merupakan poros utama untuk keamanan, stabilitas, kemakmuran, dan integrasi ekonomi kawasan kami. Turki selalu mengatakan bahwa kami tidak mempertimbangkan stabilitas dan keamanan kami sendiri secara terpisah dari stabilitas dan keamanan kawasan Teluk," katanya.
KTT World Government sendiri digelar dengan tema "Membentuk Pemerintahan Masa Depan", dan membawa para pemimpin, pakar global, dan pembuat keputusan dari seluruh dunia untuk berbagi dan berkontribusi pada pengembangan alat, kebijakan, dan model yang penting dalam membentuk pemerintahan masa depan.
Tag
Berita Terkait
-
Kunjungi Para Penyintas Gempa Bumi Turki, Presiden Erdogan Berikan Nama Ini Kepada Bayi Perempuan
-
Gempa Turki dan Suriah: Benarkah Hewan Bisa Mendeteksi Bencana Alam?
-
Belajar dari Gempa Turki dan Gempa Tanah Air, Ada Imbauan Agar Membangun Rumah Tahan Lindu
-
Gempa Bumi Turki, Parlemen Mengesahkan Keadaan Darurat dan Presiden Erdogan Tutup Akunnya di Media Sosial
-
Sohib saat Main di Juventus, Merih Demiral Lelang Jersey Bertanda Tangan Cristiano Ronaldo untuk Korban Gempa Bumi Turki
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA