Kejaksaan Agung memeriksa tiga orang saksi dalam kasus korupsi BTS 4G Kominfo pada Kamis kemarin (23/2/2023). Salah satu yang diperiksa adalah Sekretaris Jenderal Kemkominfo, Mira Tayyiba (MT).
Ini adalah pemeriksaan Mira yang kedua dalam kasus yang sama. Ia sebelumnya diperiksa oleh Kejagung pada pertengahan Januari 2023 kemarin.
"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat bukti bukti serta melengkapi berkas berkas perkara dalam dugaan tindak pidana korupsi dalam penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Tahun 2020 s/d 2022," terang Kapuspenkum Kejagung I Ketut Sumedana dalam siaran persnya.
Selain Mira, turut diperiksa adalah saksi berinisial VMP, yang merupakan Direktur PT Sahabat Makna Sejati. Yang terakhir adalah YWM, Kepala Divisi Perencanaan Strategis BAKTI Kominfo.
Ketiganya diperiksa oleh Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
Dalam kasus ini, Kejagung sebelumnya sudah memeriksa Menteri Kominfo Johnny G Plate. Juga pernah diperiksa dua kali adik Johnny G Plate, yakni Gregorius Aleks Plate.
Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korupsi BTS 4G Bakti ini. Kelima tersangka itu adalah Dirut Bakti Kominfo Anang Achmad Latif; Direktur Utama Moratelindo, Galumbang Menak; Yohan Suryanto Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia; Mukti Ali selaku Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment; dan terakhir Irwan Hermawan, Komisaris PT Solitech Media Sinergy.
Sebelumnya Kejagung mengatakan telah memeriksa 50 orang dan mencegah 23 orang keluar dari Indonesia dalam kasus korupsi BTS 4G Bakti Kominfo ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Sokong DPW ATI, Pemprov Jateng Berkomitmen Dongkrak Kualitas Pembinaan Tinju
-
"Jangan Melawan, Video Saja", Pesan Tegas Prabowo ke Rakyat Hadapi Aparat Tak Beres
-
Ketika Pemberdayaan Jadi Pengalaman Berharga bagi Usaha Ultra Mikro
-
Polresta Solo Bersih-Bersih Narkoba: 43 Kasus Diungkap, 1 Kilogram Sabu Diamankan
-
Cerita Korban Kecelakaan Bekasi Timur Didatangi Petugas KAI di Rumah
-
Dia Tidak Turun dari Bus Itu, Lalu Kenapa Ada di Rumahku?
-
Gebrakan Indonesia di Markas PBB: UniLeague Jadi Model Dunia untuk Pemberdayaan Pemuda
-
Warga Daerah Cuma Dapat Makan, KPK Sebut Duit Program MBG Balik Lagi ke Kota Besar
-
Sahabat Sejatiku: Lagu Penyemangat di Tengah Kondisi Pasar Modal yang Tertekan
-
Jateng Siap Jadi Pelopor, Kurikulum Perkoperasian Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027