Sosok Syabda Perkasa Belawa yang ceria dan unik, sangat menjunjung kebersamaan dengan rekan-rekan Pelatnas seasrama menghadirkan kangen akan sosoknya.
Dunia bulu tangkis nasional dan internasional kehilangan sosok Syabda Perkasa Belawa, pemain muda tunggal putra yang meninggal dunia pada Senin (20/3/2023) dini hari akibat kecelakaan lalu-lintas di tol Pemalang-Batang saat bersama keluarganya akan melayat nenek tercinta di Sragen.
Tidak kalah bikin haru, semoga bisa dijadikan obat kangen, adalah penampilan Syabda Perkasa Belawa sebagai bintang tamu di acara podcast Praveen Jordan. Salah satu pemain bulu tangkis senior di nomor mix double.
"Saat turun di Piala Thomas 2022, tidak menyangka kalau mendapatkan tugas menjadi pemain penentu. Saat itu Ko Jo (Jonatan Christie) cedera di bagian kaki, kami para pemain dipanggil pelatih malam-malam: ada apa, ya? Dan saya mengiyakan saja saat ditunjuk. Balik lagi ke kamar, ngobrol dengan rekan satu kamar, wah kenapa tadi menjawab iya iya saja, ya?" kisah mendiang Syabda Perkasa Belawa, sebagaimana dikutip dari podcast Praveen Jordan: Ngobrol Santai Bareng Syabda Perkasa Belawa episode 1.
Dan berlaga melawan Korea Selatan, Syabda Perkasa Belawa sebelum turun bertanding menempati posisi seperti biasa, menjadi supporter.
"Cuma hari itu nggak berteriak-teriak kencang, jaga stamina sebelum turun bertanding. Eh, ternyata tunggal pertama kita kalah. Nah, saat menyemangati pemain berikutnya, partai kedua, saya tambah suara. Duh kalah juga, bagaimana ini. Kok pengalaman saya turun perdana di Piala Thomas begini, ya?" lanjut Syabda Perkasa Belawa.
"Akhirnya saya turun menjadi penentu, wah sudah itu. Sejenak lupakan teknik ini dan itu, pokoknya motivasi ambil bola, tembak. Ambil bola, tembak, begitu terus, kejar ke mana pun," tandasnya di depan Praveen Jordan.
Dan Syabda Perkasa Belawa menjadi pembuka kemenangan tim dalam kejuaraan itu.
Kemudian ia juga mengisahkan salah satu kenangan berlaga di Kota Pune, India. Terkejut karena di hari pertandingan terjadi demonstrasi di sekitar venue.
"Hotel kami itu sedikit masuk ke gang, depan sedikit sudah jalan raya. Jalan kaki ke lokasi pertandingan sekitar tujuh menit. Pagi-pagi baru bangun, ada suara menggelegar, jeder! Ada sirene polisi dan orang-orang berteriak ramai seperti perang layaknya. Mau istirahat siang, jedar-jeder," kisah Syabda Perkasa Belawa.
Namun sebelum terjadinya demonstrasi, beberapa hari sebelumnya ia kesampaian menonton jajanan khas yang disiapkan dengan tangan telanjang tanpa menggunakan sarung tangan plastik seperti banyak dijumpai di Tanah Air.
"Tadinya 'kan cuma lihat di YouTube, di Instagram begitu, Bang. Nah, ini sambil jalan ke venue saya bisa lihat. Beneran ambil bahan-bahannya pakai tangan, lantas penjualnya mengusap dahi yang berkeringat, lantas meneruskan mengaduk pakai tangan begitu saja. Dihidangkan segera, disantap di situ, dan pembeli memperlihatkan ekspresi sedap," kenang Syabda Perkasa Belawa, yang disambut dengan kalimat "waduh" dari semua yang hadir di podcast itu.
Selain berkisah pengalaman saat tanding, Syabda Perkasa Belawa dan Praveen Jordan juga berbagi cerita meriahnya tinggal di asrama Pelatnas bulu tangkis putra. Antara lain saat-saat genting COVID-19.
Di mana para pemain berasrama tinggal total di tempat mereka dan tidak bepergian ke manapun. Hampir seluruh penghuni asrama terkena, yang tidak hanya satu dan dua. Mereka yang sehat malah ingin bertandang ke kamar yang sakit sehingga bisa merasakan COVID-19 semuanya.
Dan saat sembuh semuanya makan bersama-sama, Praveen Jordan sebagai penghuni asrama paling senior main ke bagian asrama Syabda Perkasa Belawa dan pesan sate hingga 500 tusuk untuk dimakan bersama.
"Itu belum terhitung dessertnya, martabak!" kenang Syabda Perkasa Belawa sembari tertawa renyah.
"Oh iya, terus beli meja biliar buat main bersama," kata Praveen Jordan. Yang disambut Syabda Perkasa Belawa, "Ya, benar. Namanya juga kita, tongkat biliar sukses patah hanya dalam dua hari, karena dipakai main oleh semua!"
Lewat laman media sosial Instagram atas nama jonatanchristieofficial, pemain bulu tangkis tunggal putra Nasional, Jonatan Christie menuliskan bakal merindukan Syabda Perkasa Belawa, pemain bulu tangkis muda yang dianggapnya sebagai adik kecilnya. Dan Jojo, sapaannya, juga memasang profile picture hitam sebagai ungkapan duka cita mendalam akan kepergian juniornya itu.
Selamat jalan, Syabda Perkasa Belawa. Terima kasih telah mengharumkan nama Indonesia lewat prestasi di cabang olah raga bulu tangkis.
Tag
Berita Terkait
-
Isak Tangis Pecah Sambut Kedatangan Jenazah Syabda Perkasa Belawa di Mondokan Sragen
-
Sosok Syabda Perkasa Belawa di Mata Keluarga: Baik dan Pekerja Keras Seperti Bapaknya
-
Kondisi Rumah Duka Pebulu Tangkis Muda Syabda Perkasa Belawa di Bekasi, Tetangga Gelar Doa Bersama
-
Obituari Syabda Perkasa Belawa, Pemain Bulu Tangkis Tim Piala Thomas 2022 yang Berpulang saat Akan Ziarah
-
Ratusan Pelayat Menunggu Kedatangan Jenazah Syabda Perkasa Belawa di Mondokan Sragen
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Gojek Luncurkan Fitur Jalan Jajan di Aplikasi, Permudah Wisata dan Kuliner Saat Libur Sekolah 2026
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Mahasiswa Demo Atas Nama Rakyat: Tapi Rakyat yang Mana?
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?
-
Jawaban Cristiano Ronaldo Ditanya Soal Lionel Messi di Piala Dunia 2026
-
Resmi Pisah dari Rahmat Hidayat, Rian Ardianto Jadi Mentor Daniel Edgar Marvino Mulai Taipei Open
-
Mengapa Gaji Guru Sangat Kecil?