Pemerintah Kota Yogyakarta kembali mencuri perhatian publik setelah melarang musisi dengan alat musik angklung pentas di Jalan Malioboro, Yogyakarta.
Angklung dilarang di Malioboro, ikon Yogyakarta, karena dinilai bukan musik asli Yogyakarta. Pentas alat musik dari Jawa Barat itu dinilai mengancam kelestarian gamelan yang khas Yogyakarta.
Ini diungkap Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Malioboro, Ekwanto saat berbicara soal rencana kurasi pementasan seni di Maliboro, yang sedang didafarkan sebagai kawasan Sumbu Filosofi ke UNESCO sebagai Warisan Dunia Tak Benda.
Ekwanto mengklaim bahwa pementasan angklung di Malioboro sering diprotes masyarakat karena bukan berasal dari Yogyakarta. Tak hanya itu, keberadaan pementasan angklung itu juga dianggap sebagian orang membuat gamelan malah tertutupi.
Masalahnya, demikian diakui Ekwanto, banyak juga wisatawan di Malioboro yang menyukai pentas Angklung.
Kisruh soal angklung bermula saat anggota grup angklung yang biasa menggelar pentas di kawasan Malioboro, mendatangi DPRD Kota Jogja, Rabu (8/3/2023) lalu. Mereka mengadu karena tak mendapat izin tampil di Malioboro seperti sebelumnya.
Pemkot Yogya sendiri sedang berupaya untuk menyiapkan wilayah Teras Malioboro 1 dan 2 untuk segera dijadikan tempat pementasan musik lokal.
Musik lokal yang hendak tampil diminta untuk berkolaborasi menggunakan alat-alat musik asli Yogyakarta seperti bonang.
Tetapi menurut peneliti musik Aris Setyawan, larangan angklung menggelar pentas ini merupakan langkah yang keliru. Ia menilai angklung juga merupakan musiktradisional yang wajib dilestarikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Sinopsis Blood and Bone: Aksi Pertarungan Jalanan Michael Jai White, Tayang di Netflix
-
Neymar Alami Cedera Betis Ringan, Tetap Bela Brasil di Piala Dunia 2026?
-
Daftar Pemain Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026, Manuel Neuer Kembali!
-
4 Cara Isi Saldo BRIZZI Terbaru, Bisa Dari Mana Saja dan Tanpa Perlu Hape
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir
-
Alur Komunikasi Petugas PK Dinilai 'Lemot', Nyawa Melayang di Perlintasan Bekasi Timur
-
Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik
-
Bandung Bersiap Biru! Ini Bocoran Rute Konvoi Juara Persib dari Gedung Sate ke Asia Afrika
-
iQOO Pad 6 Pro Andalkan Chipset Terkencang Snapdragon, Harga Tembus Rp11 Jutaan
-
Ini Daftar Camat dan Lurah Baru yang Dilantik di Pendopo Bupati Bogor