Sidang perdana kasus dugaan KDRT dengan tersangka Ferry Irawan digelar di Pengadilan Negeri Kediri Senin (27/3/2023). Di dalam sidang terungkap bagaimanan sebuah video Youtube menjadi awal mula dugaan penganiayaan oleh Ferry terhadap istrinya, Venna Melinda.
Jaksa penuntut umum, seperti dilansir dari Suara Surabaya, membeberkan kronologi dugaan KDRT yang dilakukan Ferry Irawan di kamar 511 Hotel Grand Surya, Kota Kediri, pada 8 Januari 2023 lalu.
Dugaan KDRT yang dilakukan Ferry Irawan berawal ketika ia mengirim video Youtube lawas ke istrinya, yang isinya menggambarkan Venna Melinda sedang senam tanpa mengenakan hijab.
“Sekitar pukul 06.00 WIB, saat saksi korban bangun tidur melihat handphone dan melihat pesan Whatsapp dari Ferry Irawan link YouTube saat sedang berolahraga sebelum menggunakan hijab. Dan mengatakan inilah dosa jariyah,” kata Ferry Irawan.
Perdebatan terjadi usai pesan dibaca Venna Melinda dan dihapus oleh Ferry Irawan.
“Sangat tidak relevan dengan keadaan saya yang sudah berhijab. Jadi buat apa hal kecil ini dipermasalahkan hanya gara-gara saya tidak mau berhubungan badan,” kata Venna Melinda yang ditiru jaksa.
Mendengar jawaban itu, lanjut JPU, dalam dakwaannya, Ferry Irawan tidak terima dan langsung mencolek bagian intim Venna Melinda.
“Mau gitu (hubungan badan) aja susah banget sih,” jaksa, meniru Ferry.
Setelah perdebatan panjang, Venna duduk bersimpuh di lantai, menangis dan memukuli kepalanya sendiri dengan tangan terbuka sebanyak tiga kali.
Ferry Irawan kemudian mengangkat dan membanting Venna Melinda ke tempat tidur. Ferry langsung menindih Venna Melinda dan membenamkan dahinya ke kepala sang istri sekitar 5 menit.
“Tolong ini hidung mau patah, sakit banget ini,” pinta Venna Melinda, kembali seperti yang ditiru jaksa.
Usai aksi itu, hidung Venna Melinda mengeluarkan darah. Dia coba meminta pertolongan lewat ponselnya maupun telepon kamar hotel namun dihalangi oleh Ferry Irawan.
Ferry Irawan juga sempat mengancam Venna Melinda sesaat setelah dia keluar kamar dan meminta pertolongan pegawai hotel.
“Jangan bunuh saya, ingat kamu masih punya ibu dan saudara perempuan,” ucap Venna ke Ferry Irawan yang seolah akan mencekiknya.
Kalimat diduga membuat emosi Ferry Irawan mereda.
Tetapi keterangan jaksa itu dibantah oleh Jeffry Simatupang, kuasa hukum Ferry Irawan. Ia mengatakan bahwa darah yang mengujur dari wajah Venna diduga akibat pukulannya sendiri.
“Jangan-jangan darah yang keluar itu karena pukulan itu sendiri,” kata dia.
Adapun sidang KDRT dengan tersangka Ferry Irawan dan korban Venna Melinda akan kembali digelar pada 30 Maret mendatang. Agendanya jawaban atas eksepsi yang diajukan oleh penasihat hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
GBLA Membara! Persib Bandung Pesta 5 Gol Tanpa Balas, Madura United Tak Berdaya
-
Kabar Gembira! Pemkab Bogor Gelar Pangan Murah di Cibinong, Harga di Bawah Pasar
-
Ramadan Jadi Momentum Refleksi Finansial, Nanovest Ajak Investor Susun Portofolio Sehat
-
Jadwal Imsak Kota Malang 27 Februari 2026, Jangan Lupa Shalat Jumat!
-
Lapis Hukum Ganda Menanti Ibu Tiri TR: Setelah Pidana, Disusul Administrasi Kepegawaian Kemenag
-
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Pemuda 18 Tahun Perkosa Penyandang Disabilitas di Lamongan, Kenalan Lewat Instagram
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Pohon Tumbang Tutup Jalan Malang-Kediri, BPBD Gerak Cepat