/
Senin, 03 April 2023 | 13:33 WIB
Cek fakta Erick Thohir dan Ahok dipecat sebabkan kilang minyak Pertamina kebakaran. ([YouTube/INDONESIANA NEWS TV])

Terbersit kabar bahwa Erick Thohir dan Basuki Tjahaja Purnama dicopot dari jabatan terkait kebakaran kilang minyak di Riau.

Salah satu kilang minyak di Dumai, Riau mengalami kebakaran. Beredar video di kanal YouTube dengan judul "KILANG PERTAMINA DI DUMAI RIAU MELEDAK, RUMAH & MASJID RUSAK. PECAT AHOK & ERICK T GAK BECUS KERJA".

Dikutip dari SuaraDenpasar.id, dalam unggahan itu dinarasikan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok serta Menteri BUMN Erick Thohir tidak bekerja secara benar dalam menangani kebakaran kilang minyak di Riau Dumai dan Jakarta.

Video berdurasi 9 menit 10 detik ini telah ditonton 13 ribu kali. Dijelaskan dalam narasi bahwa sejak kepemimpinan Pertamina berada di tangan Erick Thohir dan Ahok, situasinya semakin parah dengan contoh banyaknya kilang minyak yang terbakar.

"Para Sobat, sejak Pertamina komisaris utamanya Ahok, ya si penista agama itu menjadi komisaris utama Pertamina, Indonesia negeri kita tercinta ini sering kali mendapatkan musibah kilang minyak terbakar di berbagai daerah," demikian disuarakan narator.

Juga dijelaskan bahwa kondisi kilang minyak yang terbakar di Jakarta juga disebabkan karena Anies Baswedan yang membagikan IMB kepada warga sekitar.

"Kilang minyak juga terbakar katanya yang salah Anies Baswedan. Kesalahan Anies Baswedan yang paling fatal yaitu memberikan IMB kepada warga sekitar. Di Dumai pun terjadi ledakan kilang minyak, ledakan membakar masjid yang merupakan peribadatan orang Islam di Riau,"  lanjut narator.

disebutkan bahwa kinerja para pejabat ini buruk dan tidak bisa dipercaya dalam mengurus urusan negara.

"Menurut Admin yang harus dipecat dan mundur dari posisi Direktur Utama Pertamina, kemudian yang kedua Komisaris utama Pertamina Ahok, dan yang ketiga Erick Thohir yang membawahi BUMN. Ketiga orang itu memang tidak becus kerja dari awal," demikian disebutkan berikutnya.

Menurut penilaian pengunggah video ini, seharusnya Pertamina menjadi ladang kontribusi yang harus diandalkan. Bukan menjadi malapetaka sehingga terjadi kebakaran kilang minyak di mana-mana.

"Menurut admin seharusnya Pertamina memberikan kontribusi pada keuangan negara dan menambah APBN negara. Justru malah sebaliknya, Pertamina mendapatkan musibah kilang minyak terbakar," kata narator.

"Ini merupakan kesekian kalinya di bawah kepemimpinan Ahok dan Erick Thohir," tandasnya.

Menurut narator, kedua sosok ini bukanlah kalangan profesional sehingga pantas jika dipecat dari jabatannya.

"Keduanya tidak becus kerja karena bukan bersal dari kalangan profesional. Erick Thohir sibuk double job dengan rangkap jabatan yang walau dikritik oleh berbagai pengamat jabatan tetap saja ndablek. Selain itu juga kinerja Erick Thohir disorot publik yakni membawa PSSI ke jenjang dunia yaitu Piala Dunia U-20. Namun sayangnya kinerja tersebut hanya ispan jempol belaka, karena Erick Thohir tidak bisa memperjuangkan Indonesia sampai selesai alias gatot di mata FIFA," katanya lagi.

PENJELASAN

Video ini hanya berfokus kepada masalah yang terjadi kilang minyak Pertamina. Penyebabnya adalah Release H2 di bagian Pipa Suction Discharge Area yang menyebabkan flash serta terbakarnya Hydro Cracker Unit (HCU).

Kebakaran bisa dikendalikan dan dilokalisasi dalam sembilan menit di lokasi yang terbakar.

Sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, Kepala Polda Riau Irjen Pol Muhammad Iqbal di Pekanbaru, Minggu (2/3/2023) menyampaikan bahwa Kepolisian Resor Dumai dan Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Riau tengah menyelidiki penyebab kebakaran.

"Penyebab kejadian masih belum diketahui. Saat ini tim terus fokus untuk memastikan kondisi aman. Pertamina Kilang Dumai juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan agar masyarakat di sekitar kilang tidak terdampak oleh kejadian ini," jelasnya.

Kemudian, sama sekali tidak didapatkan sumber berita resmi yang menyatakan Erick Thohir maupun Basuki Tjahaja Purnama dicopot dari jabatannya karena hal ini.

KESIMPULAN

Kabar yang diunggah dalam bentuk video di kanal YouTube ini adalah kategori hoax dengan tingkat kelayakan rendah untuk dipercayai.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More