Sebelum menjalankan ibadah puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, umat Islam disunahkan untuk menyantap sahur. Hal ini dilakukan agar muslim tetap memiliki tenaga selama berpuasa.
Namun, apa hukum bagi umat muslim yang berpuasa tapi melewatkan sahur? Bagaimana statusnya?
Menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa sahur bukan lah sebuah kewajiban yang harus dikerjakan umat Islam sebelum berpuasa. Namun, sahur memang sunah yang bisa mendatangkan keberkahan dan kebaikkan. Hal ini seperti yang telah diriwayatkan Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW mengatakan, "Makanlah kalian di waktu sahur, karena makan sahur itu ada keberkahannya," (HR Bukhari).
Ustaz Adi Hidayat lantas membeberkan bahwa tidak ada larangan bagi muslim yang tidak menyantap sahur sebelum puasa.
"Sahur itu hukumnya bukan wajib, walaupun sahur itu penuh keberkahan dan kebaikan, tapi hukumnya bukan wajib. Maka ketika kita tidak sempat sahur itu diperbolehkan," ucap Ustadz Adi Hidayat seperti dikutip soreang.suara.com.
Pendakwah kondang ini lantas memberikan contoh keberkahan dan kebaikan yang datang jika muslim menyantap sahur. Misalnya, mendapatkan tenaga dan semangat yang lebih besar selama menunaikan ibadah salat, puasa, dan beraktivitas sehari-hari selama Ramadan.
"Sahur itu ada berkahnya, Nabi menyuruh sahur, sahur lah kalian. Nah ini kan perintah hukumnya, kalimat perintah itu apakah mutlak (pasti/mutlak) atau muqayyad (dengan keadaan). Diikat dengan kadar-kadar tertentu, kondisi-kondisi tertentu," terang Ustadz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat lantas menceritakan momen ketika Nabi Muhammad SAW tak sempat menyantap sahur karena terlalu khusyuk beribadah dan mengejar keutamaan ibadah saat malam hari selama Ramadan.
Baca Juga: Dihajar Klub Australia, Timnas Basket Indonesia Masih Perlu Benahi Pertahanan dan Serangan
Pada saat itu, umat Islam lantas mencoba mengikuti Nabi Muhammad SAW yang tak menyantap sahur. Namun, ternyata mereka kesulitan dan tak mampu menjalankan ibadah puasa layaknya Nabi Muhammad SAW. Akhirnya Nabi pun langsung melarang pengikutnya untuk puasa tanpa sahur.
"Saya bukan seperti kalian, saya ini Rasul (sifat/karakter risalah), saya ini langsung diberikan kekuatan oleh Allah SWT seperti halnya orang yang diberi makanan dan minuman."
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ketika Demokrasi Dipimpin Satu Komando: Nasib Politik Islam Tahun 1959-1965
-
Tidak Terima, Alvaro Arbeloa Menolak Real Madrid Disebut Ada di Titik Terendah
-
Babak Baru Korupsi DJKA: KPK Telusuri Aliran Dana dari Sudewo ke Eks Staf Ahli Menhub
-
Flu Tak Kunjung Reda? Ini Cara Alami Mengatasinya Tanpa Obat
-
LCC MPR Diulang, Gibran Beri Tips Debat ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral
-
4 Sampo Wardah yang Cocok untuk Rambut Rontok, Ketombe, dan Mudah Lepek
-
Pajak Tumbuh 22 Persen, Sektor Perdagangan dan Otomotif Topang Napas Ekonomi Lampung-Bengkulu
-
Kabar Gembira! Trump Hapus Jaminan Visa Rp245 Juta untuk Pemegang Tiket Piala Dunia 2026
-
Kata-kata Phil Foden, Assist Ajaib Menyelamatkan Wajah Pep Guardiola
-
Asyik Main Game dan Merokok Saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disidang Gerindra Besok