/
Kamis, 06 April 2023 | 16:40 WIB
Ustaz Adi Hidayat. (YouTube/AdiHidayatOfficial)

Sebelum menjalankan ibadah puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, umat Islam disunahkan untuk menyantap sahur. Hal ini dilakukan agar muslim tetap memiliki tenaga selama berpuasa.

Namun, apa hukum bagi umat muslim yang berpuasa tapi melewatkan sahur? Bagaimana statusnya?

Menjawab pertanyaan tersebut, Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa sahur bukan lah sebuah kewajiban yang harus dikerjakan umat Islam sebelum berpuasa. Namun, sahur memang sunah yang bisa mendatangkan keberkahan dan kebaikkan. Hal ini seperti yang telah diriwayatkan Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW mengatakan, "Makanlah kalian di waktu sahur, karena makan sahur itu ada keberkahannya," (HR Bukhari).

Ustaz Adi Hidayat lantas membeberkan bahwa tidak ada larangan bagi muslim yang tidak menyantap sahur sebelum puasa.

"Sahur itu hukumnya bukan wajib, walaupun sahur itu penuh keberkahan dan kebaikan, tapi hukumnya bukan wajib. Maka ketika kita tidak sempat sahur itu diperbolehkan," ucap Ustadz Adi Hidayat seperti dikutip soreang.suara.com.

Pendakwah kondang ini lantas memberikan contoh keberkahan dan kebaikan yang datang jika muslim menyantap sahur. Misalnya, mendapatkan tenaga dan semangat yang lebih besar selama menunaikan ibadah salat, puasa, dan beraktivitas sehari-hari selama Ramadan.

"Sahur itu ada berkahnya, Nabi menyuruh sahur, sahur lah kalian. Nah ini kan perintah hukumnya, kalimat perintah itu apakah mutlak (pasti/mutlak) atau muqayyad (dengan keadaan). Diikat dengan kadar-kadar tertentu, kondisi-kondisi tertentu," terang Ustadz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat lantas menceritakan momen ketika Nabi Muhammad SAW tak sempat menyantap sahur karena terlalu khusyuk beribadah dan mengejar keutamaan ibadah saat malam hari selama Ramadan.

Baca Juga: Dihajar Klub Australia, Timnas Basket Indonesia Masih Perlu Benahi Pertahanan dan Serangan

Pada saat itu, umat Islam lantas mencoba mengikuti Nabi Muhammad SAW yang tak menyantap sahur. Namun, ternyata mereka kesulitan dan tak mampu menjalankan ibadah puasa layaknya Nabi Muhammad SAW. Akhirnya Nabi pun langsung melarang pengikutnya untuk puasa tanpa sahur.

"Saya bukan seperti kalian, saya ini Rasul (sifat/karakter risalah), saya ini langsung diberikan kekuatan oleh Allah SWT seperti halnya orang yang diberi makanan dan minuman."

Load More