/
Kamis, 06 April 2023 | 17:09 WIB
Ilustrasi berdoa, Niat Puasa Qadha Haid dan Waktu Untuk Menjalankannya (Pexels)

Seorang wanita muslim umumnya tidak bisa berpuasa selama satu bulan penuh. Hal ini karena perempuan mengalami masa menstruasi setiap bulannya.

Sudah kesal karena tidak bisa menjalankan ibadah puasa selama satu bulan full, seorang wanita terkadang dibuat tambah kesal lantaran mengalami menstruasi di detik-detik terakhir menjelang berbuka.

Lantas, bagaimana hukum puasa yang dikerjakan oleh muslimah tersebut? Apakah darah yang keluar termasuk istihadah sehingga tidak wajib mengqada puasa atau tetap wajib mengganti utang puasa tersebut?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, perlu diketahui perbedaan antara darah haid dan istihadah. Darah istihadah adalah darah yang keluar di waktu selain masa haid dan nifas. Sementara, darah haid adalah darah yang keluar dari vagina.

Darah haid keluar selama 15 hari. Jika setelah 15 hari masih keluar darah, maka darah tersebut masuk ke dalam istihadah.

Dikutip dari laman NU Online oleh Suara.com, wanita yang sedang berada dalam kondisi istihadah tetap wajib melaksanakan ibadah salat dan puasa Ramadan

Namun, jika keluarnya darah masih dalam waktu periode haid, maka puasanya batal dan wajib mengganti atau mengqada di luar bulan Ramadan. Berbeda jika yang keluar adalah darah istihadah, muslimah hanya perlu melakukan pembersihan khusus, terutama saat hendak salat. 

Load More