Video menampilkan Presiden Joko Widodo tengah pidato, para pengurus FIFA bermain sepak bola serta ulasan CONIFA.
Bila Indonesia mendapatkan sanksi berat dari Federasi Speak Bola Internasional (FIFA) maka masih ada alternatif lain. Antara lain mendaftarkan diri di Confederation of Independent Football Associations (CONIFA).
Disimak Metro Suara.com secara daring dari kanal YouTube, akun KAPTEN mengunggah video bertajuk "MIMPI BURUK FIFA !! AKHIRNYA INDONESIA RESMI GABUNG DENGAN CONIFA" dan catcher LAWAN ANCAMAN FIFA, JOKOWI PUTUSKAN INDONESIA GABUNG DENGAN CONIFA. sekira enam jam lalu pada Senin (10/4/2023). Memiliki durasi 8 menit dan 1 detik, video ini sudah disaksikan 21K pemirsa dan durasi 8 menit 1 detik.
Tayangan dibuka berupa potongan pidato Presiden Joko Widodo, yang menekankan kalimat "sense of crisis". Lalu berpindah kepada sorotan Gianni Fiantino, Presiden FIFA tiba di suatu acara, yang jelas bukan Indonesia.
"Indonesia sebagai negara besar harus berani mempunyai agenda besar, dan ini untuk kemajuan negara kita, untuk kemajuan bangsa," demikian dipaparkan Presiden Joko Widodo.
Berikutnya adalah potongan video pidato Ketua Umum PSSI Erick Thohir tentang kesiapan PSSI membangun training camp untuk Tim Nasional atau Timnas.
Dinarasikan pula bahwa CONIFA bisa menjadi ajang pelarian, karena Indonesia mengalami masalah pelik. Yaitu masyarakat sampai politisi mengkritisi adanya Timnas Israel yang akan datang. Alasan yang menjadi dasarnya, bukan rahasia lagi simpati Indonesia sebagai negara mayoritas muslim bahkan terbesar di dunia, atas kemanusiaan terhadap Palestina.
Dan penolakan juga datang dari kelompok non-muslim, salah satunya adalah I Wayan Koster, Gubernur Bali.
CONIFA dinarasikan sebagai badan yang akan semakin memperluas keberadaannya terutama negara yang tidak diakui eksistensinya oleh FIFA. Dan badan ini digerakkan para relawan.
"Ini tentunya menjadi peluang bagi mereka yang terhalang identitas kewarganegaraannya," demikian disebutkan dalam narasi.
"Mereka lebih suka menyebut anggota daripada alih-alih negara," tambahnya.
PENJELASAN
Sepanjang tayangan video, tidak ada kalimat yang menyatakan dengan jelas soal Indonesia masuk ke dalam CONIFA.
Narasi yang disampaikan juga membuat blunder tersendiri, di mana disebutkan, "Ini tentunya menjadi peluang bagi mereka yang terhalang identitas kewarganegaraannya," dan "bisa menjadi pelarian bila tidak bisa bermain di ajang FIFA".
Pertama, Indonesia adalah negara berdaulat serta tidak memiliki halangan terkait kewarganegaraan para pemain dan masyarakatnya sendiri.
Kedua, kalimat menjadi pelarian tidak benar, karena Indonesia termasuk Timnas Indonesia tidak perlu melarikan diri dari apapun, dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah menyatakan Indonesia akan menerima konsekuensi termasuk sanksi yang diputuskan FIFA serta menghormati keputusan FIFA.
Dan video sendiri, di luar narasi berupa potongan latihan dan pertandingan sepak bola yang tidak berhubungan satu sama lain. Serta aktivitas Presiden FIFA dan pidato Presiden RI Joko Widodo dalam konteks berbeda.
KESIMPULAN
Judul dari video adalah hoaks, sementara isi videonya sendiri adalah konten yang dimanipulasi. Dan pengertian soal CONIFA sendiri tidak dipahami oleh pembuat naskah yang dibacakan secara voice over oleh narator.
Pengertian CONIFA adalah Konfederasi Asosiasi Sepak Bola Independen, badan pengatur internasional untuk tim sepak bola asosiasi yang tidak berafiliasi dengan FIFA. Menggunakan istilah "anggota" daripada "negara" atau "negara bagian", dan sebuah asosiasi sepak bola dapat memenuhi syarat untuk mengajukan keanggotaan CONIFA jika, atau entitas (etnik dan/atau minoritas bahasa, kelompok adat, organisasi budaya, wilayah) yang diwakilinya, bukan anggota FIFA dan memenuhi satu atau lebih persyaratan kriteria. Antara lain:
* Asosiasi sepak bola adalah anggota salah satu dari enam konfederasi benua FIFA, yaitu: AFC, CAF, CONCACAF, CONMEBOL, OFC, UEFA.
* Entitas yang diwakili asosiasi sepak bola adalah anggota Komite Olimpiade Internasional.
* Entitas yang diwakili oleh asosiasi sepak bola adalah anggota dari salah satu federasi anggota Association of IOC Recognized International Sports Federations (ARISF).
* Entitas yang diwakili oleh asosiasi sepak bola memiliki kode negara ISO 3166-1.
* Entitas yang diwakili oleh asosiasi sepak bola adalah wilayah independen de facto. Suatu wilayah dianggap mandiri secara de facto jika memenuhi semua kriteria berikut: (a) wilayah yang terdefinisi dengan baik; (b) populasi permanen; (c) pemerintahan otonom, dan (d) pengakuan diplomatik oleh sekurang-kurangnya salah satu negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.
* Entitas yang diwakili oleh asosiasi sepak bola termasuk dalam daftar wilayah non-pemerintahan sendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Ragukan Ida Dayak, Pesulap Merah Ditantang Warga Dayak
-
CEK FAKTA: Raffi Ahmad Terpojok, Seluruh Aset Dirampas KPK
-
CEK FAKTA: Rafael Alun Seret Istri Ikut Masuk Bui Bareng
-
CEK FAKTA: Arab Saudi Menggelar Perayaan Paskah, Mungkinkah Terjadi?
-
CEK FAKTA: Erick Thohir Terbang ke Luar Negeri Lagi, Hasilnya FIFA Putuskan Indonesia Kembali Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
THM Panhead Jadi Perbincangan usai Kasus Penembakan TNI dan Temuan Senjata Rakitan
-
Pernah Dipakai Runner Harian, Sekarang 7 Sepatu Lari Ini Justru Jadi Barang Koleksi Mahal
-
Cetak Sejarah! Dhea Natasya Jadi Atlet Perempuan Indonesia Pertama di World Longboard Tour 2026
-
Ayah dan Anak Tewas dalam Rumah Terbakar di Musi Banyuasin, Warga Tak Sempat Menolong
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Pesirah Bank Sumsel Babel Kini Jadi Pilihan Anak Muda Sumsel untuk Bangun Dana Darurat
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha