/
Jum'at, 14 April 2023 | 18:40 WIB
Buya Yahya (YouTube)

Lailatul qadar merupakan malam penuh keistimewaan yang jatuh pada salah satu dari 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Konon malam ini memiliki kemuliaan lebih dari seribu bulan, sehingga kaum Muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya.

Namun malam lailatul qadar juga memiliki keistimewaan, yakni waktu pastinya yang sengaja disembunyikan oleh Allah SWT. Hal inilah yang dibahas oleh Buya Yahya, seperti dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV.

"Kebaikannya isi rahasia Allah, apa sih yang dikatakan seribu bulan. Yang jelas di malam itu kita harus menjadi orang yang dipilih Allah (yang) rindu pada kebaikan. Siapapun yang mendapat lailatul qadar dia mendapatkan sesuatu yang lebih bagus daripada kebaikan dalam seribu bulan," tutur Buya Yahya, dikutip pada Jumat (14/4/2023).

Namun kunci utamanya, ditegaskan Buya Yahya, adalah dengan melakukan kebaikan serta memperbanyak amal ibadah pada malam istimewa itu.

"Ada tanda-tanda, (tapi) kita nggak perlu ribut dengan tanda-tanda. Bahkan ada orang mendapatkan lailatul qadar tapi nggak ngerti, nggak ada tanda-tandanya," terang Buya Yahya.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah di Cirebon tersebut, hal ini dimaksudkan untuk menghindari seseorang dari kesombongan.

Namun ada satu hal yang menjadi penanda penting seseorang sudah mendapatkan hikmah lailatul qadar. Apakah itu?

"Tandanya yang paling tepat, tanda orang yang mendapatkan lailatul qadar itu adalah sederhana, jika hari esok lebih bagus dari hari kemarin, itulah dia mendapat lailatul qadar," tegas Buya Yahya.

"Begitu lebih bagus silaturahminya, terang-benderang harinya, (tapi) kurang ajar sama ibunya, mana lailatul qadar baginya? Tanda lailatul qadar adalah di saat di hari selanjutnya, tahun selanjutnya, adalah menjadi semakin baik, semakin dekat pada Allah, itu saja," sambungnya.

Baca Juga: Datangnya Malam Lailatul Qadar Sengaja Dirahasiakan Allah SWT, Ternyata Alasannya karena Ini

Karena itulah, Buya Yahya mengajak seluruh kaum Muslim untuk melakukan ibadah terbaik di malam-malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan demi menjemput lailatul qadar.

"Pokoknya kita menata hati, malam itu kita berbuat baik, esok hari kita berusaha untuk memperbaiki diri. Kalau esok harinya ternyata gampang, oh kayaknya kita dapat lailatul qadar. Kalau maksiat terus, berarti jauh dari lailatul qadar," tandas Buya Yahya.

Load More