/
Selasa, 18 April 2023 | 12:00 WIB
Cek fakta Gibran Rakabuming mengaku keturunan komunis. ([YouTube/Pojok Politik])

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming belakangan tengah menjadi sorotan publik. Namun baru-baru ini beredar kabar bahwa putra sulung Presiden Jokowi itu mengaku sebagai keturunan komunis.

Menurut informasi tersebut, lelaki yang akrab disapa mas wali itu juga mengajak semua kader untuk mendirikan lagi partai baru.

Kabar itu sendiri dibagikan oleh kanal YouTube Pojok Politik dengan mengunggah sebuah video berjudul "SEMUA KADER DIAJAK DIRIKAN LAGI PARTAI INI - GIBRAN MENGAKU KETURUNAN KOMUNIS".

Dalam foto thumbnail tampak potret Gibran Rakabuming berdiri memegang bendera dengan lambang komunis, sementara beberapa orang berdiri di belakangnya terlihat mengenakan pakaian serba merah.

Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 800 penayangan. Namun, benarkah Gibran Rakabuming mengaku sebagai seorang keturunan komunis?

CEK FAKTA:

Informasi yang disajikan dalam video tersebut adalah tidak benar. Setelah menonton video berdurasi 4 menit 18 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan secara resmi yang menyatakan bahwa Gibran Rakabuming merupakan keturunan komunis.

Hingga akhir video, tidak ada penjelasan mengenai klaim tersebut. Alih-alih menyinggung isu komunis, narator dalam video justru membacakan tentang rumor ijazah palsu Presiden Jokowi.

Foto yang digunakan dalam thumbnail pun merupakan hasil foto yang diedit. Pengunggah video sengaja menuliskan keterangan yang dapat menimbulkan asumsi menyesatkan.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Hargai Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Mantan Sekda Abdul Hayat Gani

Kesimpulan:

Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Gibran Rakabuming yang mengaku sebagai keturunan komunis merupakan berita palsu atau hoaks.

Mengingat isi video dan judul yang tertera tidak selaras, video tersebut dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More