Otomotif / Mobil
Selasa, 02 Juni 2026 | 12:20 WIB
Ilustrasi mobil listrik. [Freepik]
Baca 10 detik
  • Riset Edmunds mencatat 72,1 persen pembeli mobil listrik di Amerika Serikat mengganti kendaraan bensin mereka pada April 2026.
  • Loyalitas pengguna mobil listrik meningkat signifikan hingga 35,4 persen meski insentif bantuan keuangan pemerintah mulai dihentikan secara bertahap.
  • Kenaikan harga bahan bakar dan biaya mobil bekas mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik demi efisiensi operasional harian.

Suara.com - Tren penggunaan mobil listrik semakin menunjukkan lonjakan signifikan di tengah masyarakat global. Banyak pemilik mobil berbahan bakar bensin kini memutuskan untuk beralih ke mobil listrik sebagai solusi utama mobilitas mereka.

Riset terbaru dari Edmunds di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa sebanyak 67,1 persen pembeli mobil listrik baru pada Januari 2026 menukarkan kendaraan bensin lama mereka.

Angka ini terus merangkak naik hingga mencapai 72,1 persen pada April 2026. Data tersebut mempertegas posisi kendaraan listrik yang semakin diminati konsumen saat momen pergantian unit lama.

Selain menarik minat pengguna baru, ekosistem kendaraan listrik juga berhasil mempertahankan konsumen lama. Tingkat loyalitas pemilik mobil listrik meningkat dari 26,2 persen menjadi 35,4 persen dalam periode yang sama.

Fenomena ini menunjukkan kepuasan pengguna yang tetap bertahan di jalur ramah lingkungan meski sejumlah insentif pembelian dari pemerintah mulai berkurang.

Mobil listrik pertama dari Ferrari yang diberi nama Luce. (Foto: Ferrari)

Di Amerika Serikat misalnya, kredit pajak federal senilai 7.500 dollar AS dan berbagai bantuan dana tingkat negara bagian sudah mulai dihentikan. Hal tersebut menandakan bahwa daya tarik mobil listrik kini mulai mandiri dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada stimulus bantuan keuangan dari pemerintah.

Direktur Senior Insights Edmunds, Ivan Drury, menjelaskan bahwa faktor eksternal turut memainkan peran besar dalam pergeseran tren ini.

"Kenaikan minat terhadap kendaraan listrik kemungkinan turut dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan bakar akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah. Sehingga membuat efisiensi menjadi prioritas," kata Ivan Drury, dikutip Selasa (2 Juni 2026).

Kondisi ekonomi lainnya seperti kenaikan harga mobil bekas yang mencapai 4 persen lebih tinggi dari tahun lalu juga mendorong konsumen mencari alternatif lebih efisien. Meskipun penerimaan pasar terus menguat, para analis masih memantau lebih lanjut apakah pergeseran perilaku konsumen beralih ke mobil listrik merupakan perubahan jangka panjang atau hanya respons sesaat terhadap fluktuasi harga energi global.

Baca Juga: Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang

Load More