/
Jum'at, 21 April 2023 | 15:44 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri resmi menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres dari PDIP pada Jumat (21/4/2023). (Foto dok. PDIP)

PDI Perjuangan menetapkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024—2029 pada Jumat (21/4/2023) di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, saat elektabilitas Gubernur Jawa Tengah itu sedang melorot tajam.

"Mengucapkan menetapkan saudara Ganjar Pranowo, sekarang adalah Gubernur Jawa Tengah sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai calon presiden Republik Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan," kata Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Pengumuman Megawati itu digelar hanya berselang dua hari setelah Indikator Politik menunjukkan elektabilitas Ganjar melorot nyaris 8 persen dalam survei terbarunya.

Indikator Politik, dalam siaran pers Rabu (19/4/2023), mengatakan bahwa elektabilitas Ganjar kini 19,8 persen, turun dari 27,7 persen pada Maret lalu.

Turunnya tingkat keterpilihan Ganjar itu, demikian dijelaskan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, adalah efek
batalnya Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Ini terlihat dalam survei, yang mana elektabilitas Ganjar lebih tinggi di kelompok responden yang tak tahu tentang pembatalan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Sebaliknya di kelompok yang tahu akan isu itu, elektabilitas Ganjar lebih rendah.

"Artinya, ada efeknya buat Ganjar," tegas Burhanuddin.

Dalam survei yang sama Indikator Politik menemukan bahwa elektabilitas paling tinggi dipegang oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dengan 22,2 persen. Angka ini naik dari survei pada Maret yang sebesar 21,9 persen.

Di urutan ketiga ada nama mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan dengan tingkat keterpilihan 15,9 persen, nyaris tak berubah dari survei pada Maret.

Survei Indikator Politik itu melibatkan 1.212 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Load More