/
Minggu, 23 April 2023 | 08:18 WIB
CEK FAKTA: KPK menggeledah rumah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina mencucurkan air mata? ([screenshot Turnbackhoax.id].)

Narasi menyatakan rumah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina digeledah, dan ditemukan barang-barang mewah  sebagai bukti.

Nama Raffi Ahmad dikait-kaitkan dengan sepak terjang Rafael Alun Trisambodo, mantan pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang menjadi tahanan resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tergolong santer.

Setelah disebutkan adanya artis inisial R, maka nama Raffi Ahmad langsung dicocok-cocokkan bahwa ialah yang terlibat dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu. Sederet video tidak terverifikasi bertebaran di jagad maya mengunggah narasinya.

Dikutip dari Turnbackhoax.id, kali ini disorot sebuah akun Facebook dengan nama pengguna Abigail Sampson. Judulnya, "KPK GELEDAH RUMAH RAFI AHMAD NAGITA HANYA BISA MENANGIS BARANG MEWAHNYA DISITA". Sedangkan thumbnail diberi penjelasan, "MENGEJUTK4N!!Bvntut PENCUC14N Uang Kpk Temukan Bb Ini, Nagita Hanya Bisa N4NG!S".

PENJELASAN

Video lebih banyak membahas pernyataan Raffi Ahmad yang menegaskan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus dugaan pencucian uang yang dilakukan Rafael Alun Trisambodo.

Setelah Turnbackhoax.id melakukan penelusuran, thumbnail video adalah hasil editan dan isi video adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.

Faktanya, antara judul, isi video dan narasi dalam video tidak berkaitan. Dalam video sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa KPK menggeledah rumah Raffi Ahmad.

Dan hingga saat ini belum ada bukti valid dari sumber terverifikasi yang menyatakan bahwa suami Nagita Slavina itu terlibat kasus dugaan pencucian uang yang dilakukan Rafael Alun Trisambodo.

Demikian pula soal KPK menggeledah rumah pasangan itu juga tidak ada informasi yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

KESIMPULAN

Video ini memiliki konten dengan kategori menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More