Mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Teddy Minahasa menyinggung CCTV dalam kasus Ferdy Sambo dan kasus KM 50 dalam persidangan kasus peredaran gelap narkoba di PN Jakarta Barat.
Baru-baru ini, beredar kabar bahwa kedua mantan Polri tersebut saling serang di dalam ruang sidang.
Kabar itu sendiri dibagikan oleh kanal YouTube KANAL BERITA yang mengunggah video berjudul "DUA MANTAN POLRI SALING SERANG // SAMBO DAN TEDDY SALING MENYALAHKAN SIDANG".
Keterangan dengan narasi serupa juga terlihat pada thumbnail yang menyebutkan bahwa Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa saling menuduh hingga terlibat perkelahian di dalam ruang sidang.
Tampak potret Ferdy Sambo berhadapan dengan Teddy Minahasa di hadapan hakim, di mana keduanya seperti dilerai oleh anggota kepolisian.
Hingga kini, video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 60 kali penayangan. Lantas, benarkah Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa saling serang di dalam ruang sidang?
CEK FAKTA:
Keterangan yang tertera pada judul video merupakan informasi palsu. Setelah menonton video berdurasi 8 menit 2 detik tersebut, tidak ada penjelasan secara resmi ataupun bukti valid yang menyatakan bahwa Teddy Minahasa dan Ferdy Sambo saling serang di ruang sidang.
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel yang menyebutkan pernyataan Teddy Minahasa terkait CCTV. Ia menyebut bahwa dirinya tidak merusak CCTV sebagaimana yang terjadi dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J dan kasus KM 50.
Baca Juga: Christian Sugiono Tak Pernah Bosan Hidup 20 Tahun Bareng Titi Kamal, Virgoun Kena Sentil
JPU sebelumnya menuntut Teddy Minahasa dengan hukuma pidana mati karena dinilai secara sah dan bersalah melakukan peredaran narkoba secara ilegal.
Namun hingga akhir video, narator tidak memberikan penjelasan terkait klaim Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa saling serang hingga terlibat perkelahian di ruang sidang.
Tak hanya itu, foto yang digunakan pada thumbnail pun merupakan hasil editan dan tidak terkait dengan kasus Teddy Minahasa ataupun Ferdy Sambo.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa saling serang di ruang sidang merupakan berita palsu.
Unggahan tersebut tidak memiliki keselarasan antara isi dan judul video, sehingga dapat dikategorikan sebagai misleading content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026