Belum usai TikToker Bima Yudho Saputro mengkritik Pemerintahan Lampung, kini muncul lagi TikToker perempuan bernama Rahma dengan username @rahma_11.11.
Bedanya dengan Bima, ia mengkritik Pemerintah Provinsi Aceh, yang mana wilayah itu tak akan maju karena terlalu banyak korupsi.
“Aceh enggak maju-maju. Bagaimana mau maju kalau pemerintahnya koruptor,” kata dia dalam pembukaan video, dikutip Minggu (7/3/2023).
Ia menilai kalau korupsi yang terjadi di Aceh menyasar semua sektor pemerintah, baik itu di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.
"Apalagi pemerintah tingkat desa, belum lagi pemerintah kecamatan, kabupaten hingga tingkat provinsi," imbuhnya.
"Jangan tanya sama kami mana buktinya kami korupsi karena kami enggak ngerekam saat kalian makan uang rakyat. Cukup tunjukkan kepada kami saja mana buktinya bahwa kalian mengelola dana Otsus (otonomi khusus) dengan baik dan benar. Hasilnya mana?" lanjut dia.
Ia kemudian menyinggung soal pembangunan infrastruktur hingga kesejahteraan. Tapi dua program itu disebutnya gaib karena tidak terlihat.
"Bangun insfratruktur, infrastruktur yang mana sifatnya gaib enggak bisa dilihat dan enggak bisa dirasakan atau fokus menyejahterakan rakyat, rakyat yang mana? rakyat yang di rumah kalian?" timpal dia.
Perempuan ini lalu mengkritik soal pengelolaan dana otsus. Menurutnya apabila pemerintah Aceh mengelola dengan baik, maka wilayah tersebut tidak akan dijuluki sebagai provinsi termiskin atau terkorup di Indonesia.
"Kalau kalian mengelola dana otsus dengan baik dan benar, enggak mungkin Aceh mendapatkan julukan provinsi termiskin di Sumatera. Enggak mungkin Aceh mendapatkan julukan mendapatkan ranking ke-13 provinsi terkorup di Indonesia," tutur dia.
Ia melanjutkan, dana otsus Aceh ini akan berakhir pada tahun 2027. Dia membayangkan bagaimana nasib Aceh selanjutnya jika dana itu selesai, di mana adanya dana itu justru provinsi ini masih dianggap gagal.
Rahma kemudian mempertanyakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempertahankan dana Otsus di Aceh.
"Kita bisa melihat pengalaman-pengalaman di masa lalu bahwa masyarakat Aceh rela saling membacok, berantem dengan sesama partai demi kekuasaan," imbuhnya.
Lebih lanjut ia bersuara soal pejabat Aceh yang memang paham agama, tetapi melakukan korupsi yang nyatanya dilarang agama.
Video TikTok ini pun viral dikomentari warganet. Banyak yang mengapresiasi konten tersebut dan menganggap dia selayaknya Bima pengkritik Lampung.
"member Bima Namba 1 nih," ucap salah satu warganet.
"mewakili sekali,,,mntap, lnjutkan kk," timpal yang lain.
"aku siii yeeesss..benar banget,,,dana oksus saja,,perdesa setiap tahunya:(1.m)::apalagi perkecamatan,,perkabupaten,," sebut lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Harga AION UT Alami Penyesuain di IIMS 2026, Lebih Murah Rp 45 Juta
-
Di Balik Rasa Secangkir Kopi
-
5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
-
Doxxing dan Kekerasan Digital yang Tak Tertangani
-
Intip 2 Rekomendasi Destinasi Wisata Alam di Tasikmalaya dan Subang, Cocok Buat Liburan Keluarga
-
Terancam Menepi di FIFA Series, Comeback Marselino ke Timnas Indonesia Bakal Semakin Molor
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas V Halaman 291: Uji Kompetensi Bilangan Cacah Sampai 1.000.000
-
Serum Retinol Bagusnya Dipakai dengan Moisturizer Apa? Ini 3 Rekomendasinya
-
Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal
-
Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!