/
Senin, 15 Mei 2023 | 11:47 WIB
Bakal Calon Presiden Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri)

Bakal calon presiden (Capres) Anies Baswedan akhirnya menanggapi soal usulan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok untuk jadi calon wakil presiden (Cawapres) yang mendampinginya di Pemilu 2024 mendatang. 

Dalam video YouTube Liputan6, awalnya Anies ditanya soal beberapa nama cawapres pendamping seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Khofifah Indar Parawansa, Ahmad Heryawan (Aher), Mahfud MD, hingga Sandiaga Uno. 

Lalu muncul nama terakhir yakni Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama. Anies pun menjawab kalau lawan politiknya saat Pilgub DKI Jakarta tahun 2017 itu juga baik seperti nama lainnya. 

"Baik juga," jawab Anies, dikutip Senin (15/5/2023). 

Kendati demikian dia mengaku kalau usulan Ahok jadi cawapres Anies bukanlah hal yang dipandang sebagai urusan bercanda. 

Sebab memilih cawapres juga menentukan masa depan Indonesia, yang berarti itu bukan hal remeh. 

"Saya itu melihat hal seperti ini bukan seru-seruan, ini bukan lucu-lucuan, ini ngurus republik, dan ada hal-hal yang memang bisa untuk lelucon. Saya melihat ketika sampai pada urusan masa depan perjalanan bangsa, ini bukan lelucon," papar dia. 

"Jangan kemudian menimbulkan suasana di masyarakat, seakan-akan urusan besar itu dianggap ringan dianggap enteng bisa lebih hati-hati sekali," sambung Anies. 

Maka dari itu Anies tak lagi mau membahas soal kandidat cawapres yang akan jadi pendampingnya. 

Baca Juga: Shin Tae-yong Minta Tolong Banget Ini ke Indra Sjafri Agar Timnas Indonesia Dapat Emas SEA Games 2023

Alasannya pemilihan sosok cawapres ini bakal diumumkan apabila proses sudah berjalan matang di kemudian hari. 

"Sebenarnya semua urusan. Tapi Khusus menyangkut soal ini lebih baik ketika proses berjalan sudah matang, sudah berjalan baik baru kita show up," tandasnya.

Usulan Ahok jadi cawapres Anies bermula dari kelakar Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menawarkan nama tersebut kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat agenda makan siang di Wisma Nusantara beberapa waktu lalu. 

Tetapi Paloh meluruskan bahwa sodoran nama itu sekadar kelakar dari Luhut. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi itu, dikatakan Paloh, hanya bercanda.

"Kalau mau jujur gak ada. Bukan Pak Luhut bercanda, kawan-kawan wartawan terlalu serius menanggapinya. Kena candaan pak Luhut. Pak Luhut bercanda kalian tanggapi serius," kata Paloh di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (11/5/2023).

Load More