Narasinya mengajak agar pemirsanya yakin bahwa penyandang kartu merah mendapatkan pemutihan dan bisa ikut laga final.
Disimak Metro Suara.com dari kanal YouTube, akun bernama Sudut Timnas TV mengunggah video berjudul "THAILANDPUN IKUT KAGET !! Bisa Main DiFinal, Kartu Merah Pratama Arhan Di Cabut Dengan Cara Ini Thailand Pun Panik !!"
Kemudian thumbnail berisi foto pelatih Timnas Indonesia U-22, coach Indra Sjafri dan wasit pemberi kartu merah kepada salah satu pemain Timnas Indonesia diberi tanda silang. Tertulis kalimat, "SETELAH DICEK VIDIO INI MEMBUKTIKAN !! TERBUKTI BUKAN PELANGGARAN !!KARTU MERAH ARHAN AKHIRNYA DI CABUT PRATAMA ARHAN DIPASTIKAN MAIN DI FINAL".
Berdurasi 3 menit 32 detik, diunggah Senin (15/5/2023), sudah disaksikan 570 ribu kali.
Narator menyatakan Erick Thohir dan Indra Sjafri menyatakan tentang bisa atau tidaknya Pratama Arhan main dalam laga final melawan Thailand, begini tanggapannya.
Akan tetapi, sebelum lanjut, pihak pengunggah video memohon like dan subscribe yang artinya akan mendatangkan cuan bagi mereka sebagai pembawa berita.
Sesudahnya mengalir narasi tentang kepastian Tim Nasional atau Timnas Indonesia ke final setelah laga Indonesia kontra Vietnam sebagai musuh bebuyutan.
Disebutkan dalam pertandingan itu Pratama Arhan mendapatkan kartu merah. Indra Sjafri sudah memberikan komentar. Kartu merah yang diterima Pratamaa Arhan sempat membuat situasi di lapangan menjadi rumit.
Beruntung secara dramatis mulai menit ke-60, Timnas Indonesia bisa menang dengan skor 3-2. Selanjutnya adalah materi yang bisa ditemukan di media online terverifikasi atau valid. Narator cukup membacakan saja.
Tentang kartu merah, Indra Sjafri menyatakan Pratama Arhan kini dalam kesedihan mendalam. Karena ingin tampil di final. Indra Sjafri menyatakan sudah menghibur.
Kemudian kembali narator membacakan komentar Indra Sjafri tanpa menyebutkan sumber. Termasuk akan mempelajari regulasi kartu merah apakah bisa diputihkan.
"Saya pikir regulasi tidak membolehkan, tapi setelah ini tim kami sedang membaca regulasinya. Apakah ada pemutihan," jelas Indra Sjafri.
Di beberapa turnamen sepak bola manca negara pemutihan kartu kerap diterapkan di pertandingan final. Artinya, pemain yang telah mengantongi dua kartu kuning atau satu kartu merah di laga sebelumnya bisa dimainkan lagi di pertandingan final.
"Kita doakan saja semoga Arhan dapat pemutihan kartu," kata narator dengan nada meyakinkan.
PENJELASAN
Metro Suara.com melakukan penelusuran dengan menonton video ini, sama sekali tidak ditemukan bukti valid dan kredibel tentang kekhawatiran Thailand. Simak kembali judul video unggahan Sudut Timnas TV ini adalah "THAILANDPUN IKUT KAGET !! Bisa Main DiFinal, Kartu Merah Pratama Arhan Di Cabut Dengan Cara Ini Thailand Pun Panik !!"
Kemudian soal kartu merah, thumbnail video ini berjudul "SETELAH DICEK VIDIO INI MEMBUKTIKAN !! TERBUKTI BUKAN PELANGGARAN !!KARTU MERAH ARHAN AKHIRNYA DI CABUT PRATAMA ARHAN DIPASTIKAN MAIN DI FINAL".
Alih-alih menunjukkan fakta atau bukti kredibel tentang rekaman video dan panah warna merah seperti ditampilkan di thumbnail, materi yang diunggah justru memperlihatkan Pratama Arhan tengah diganjar kartu merah oleh wasit.
Narator lewat bacaan skripnya memberikan nada janji, "Kita doakan Arhan mendapatkan pemutihan kartu." Namun ada baiknya menilik pernyataan berikut ini.
Dikutip dari as.com, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, terdapat ketentuan, "Adapun kartu merah, jika seorang pemain dikeluarkan sebagai akibat dari kartu merah langsung atau tidak langsung, secara otomatis ia akan diskors dari pertandingan timnya berikutnya, juga bisa dikenakan sanksi tambahan."
Sementara harian The Sun, UK menyatakan, "Di Liga Champions dan Liga Europa, pemain akan melewatkan satu pertandingan jika dikeluarkan dari lapangan atau mendapatkan kartu merah."
KESIMPULAN
Video unggahan Sudut Timnas TV dengan judul bombastis "THAILANDPUN IKUT KAGET !! Bisa Main DiFinal, Kartu Merah Pratama Arhan Di Cabut Dengan Cara Ini Thailand Pun Panik !!" memenuhi kriteria konten yang salah. Yaitu antara judul, gambar, dan informasi tidak mendukung konten. Sedangkan judulnya sendiri memenuhi kriteria hoax atau bohong.
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Final SEA Games 2023: Pelatih Thailand Bergetar Tahu 2 Kekuatan Inti Pemain Timnas Indonesia
-
Link Live Streaming Vietnam vs Myanmar di Laga Perebutan Medali Perunggu SEA Games 2023
-
Tundukkan Pasangan Malaysia, Rehan / Lisa Rebut Emas SEA Games 2023
-
5 Pemain Timnas Indonesia U-22 yang Punya Pengalaman Indah Kalahkan Thailand di Partai Final
-
Memukau di Timnas Indonesia, Rizky Ridho Bawa Aura Positif untuk Persija
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nama Baiknya Terlanjur Rusak, Erin eks Andre Taulany Ancam ART dan Dalang Kasus dengan Denda Rp4 M
-
6 Cara Mengamankan Akun Instagram agar Tidak Diretas seperti Ahmad Dhani
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix