/
Selasa, 16 Mei 2023 | 15:46 WIB
CEK FAKTA: Video manakah yang berhasil membuktikan penerima kartu merah tidak melakukan pelanggaran dalam laga Indonesia vs Vietnam? ([screenshot YouTube].)

Narasinya mengajak agar pemirsanya yakin bahwa penyandang kartu merah mendapatkan pemutihan dan bisa ikut laga final.

Disimak Metro Suara.com dari kanal YouTube, akun bernama Sudut Timnas TV mengunggah video berjudul "THAILANDPUN IKUT KAGET !! Bisa Main DiFinal, Kartu Merah Pratama Arhan Di Cabut Dengan Cara Ini Thailand Pun Panik !!"

Kemudian thumbnail berisi foto pelatih Timnas Indonesia U-22, coach Indra Sjafri dan wasit pemberi kartu merah kepada salah satu pemain Timnas Indonesia diberi tanda silang. Tertulis kalimat, "SETELAH DICEK VIDIO INI MEMBUKTIKAN !! TERBUKTI BUKAN PELANGGARAN !!KARTU MERAH ARHAN AKHIRNYA DI CABUT PRATAMA ARHAN DIPASTIKAN MAIN DI FINAL".

Berdurasi 3 menit 32 detik, diunggah Senin (15/5/2023), sudah disaksikan 570 ribu kali.

Narator menyatakan Erick Thohir dan Indra Sjafri menyatakan tentang bisa atau tidaknya Pratama Arhan main dalam laga final melawan Thailand, begini tanggapannya.

Akan tetapi, sebelum lanjut, pihak pengunggah video memohon like dan subscribe yang artinya akan mendatangkan cuan bagi mereka sebagai pembawa berita.

Sesudahnya mengalir narasi tentang kepastian Tim Nasional atau Timnas Indonesia ke final setelah laga Indonesia kontra Vietnam sebagai musuh bebuyutan.

Disebutkan dalam pertandingan itu Pratama Arhan mendapatkan kartu merah. Indra Sjafri sudah memberikan komentar. Kartu merah yang diterima Pratamaa Arhan sempat membuat situasi di lapangan menjadi rumit.

Beruntung secara dramatis mulai menit ke-60, Timnas Indonesia bisa menang dengan skor 3-2. Selanjutnya adalah materi yang bisa ditemukan di media online terverifikasi atau valid. Narator cukup membacakan saja.

Tentang kartu merah, Indra Sjafri menyatakan Pratama Arhan kini dalam kesedihan mendalam. Karena ingin tampil di final. Indra Sjafri menyatakan sudah menghibur.

Kemudian kembali narator membacakan komentar Indra Sjafri tanpa menyebutkan sumber. Termasuk akan mempelajari regulasi kartu merah apakah bisa diputihkan.

"Saya pikir regulasi tidak membolehkan, tapi setelah ini tim kami sedang membaca regulasinya. Apakah ada pemutihan," jelas Indra Sjafri.

Di beberapa turnamen sepak bola manca negara pemutihan kartu  kerap diterapkan di pertandingan final. Artinya, pemain yang telah mengantongi dua kartu kuning atau satu kartu merah di laga sebelumnya bisa dimainkan lagi di pertandingan final.

"Kita doakan saja semoga Arhan dapat pemutihan kartu," kata narator dengan nada meyakinkan.

PENJELASAN

Metro Suara.com melakukan penelusuran dengan menonton video ini, sama sekali tidak ditemukan bukti valid dan kredibel tentang kekhawatiran Thailand. Simak kembali judul video unggahan Sudut Timnas TV ini adalah "THAILANDPUN IKUT KAGET !! Bisa Main DiFinal, Kartu Merah Pratama Arhan Di Cabut Dengan Cara Ini Thailand Pun Panik !!"

Kemudian soal kartu merah, thumbnail video ini berjudul "SETELAH DICEK VIDIO INI MEMBUKTIKAN !! TERBUKTI BUKAN PELANGGARAN !!KARTU MERAH ARHAN AKHIRNYA DI CABUT PRATAMA ARHAN DIPASTIKAN MAIN DI FINAL".

Alih-alih menunjukkan fakta atau bukti kredibel tentang rekaman video dan panah warna merah seperti ditampilkan di thumbnail, materi yang diunggah justru memperlihatkan Pratama Arhan tengah diganjar kartu merah oleh wasit.

Narator lewat bacaan skripnya memberikan nada janji, "Kita doakan Arhan mendapatkan pemutihan kartu." Namun ada baiknya menilik pernyataan berikut ini.

Dikutip dari as.com, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, terdapat ketentuan, "Adapun kartu merah, jika seorang pemain dikeluarkan sebagai akibat dari kartu merah langsung atau tidak langsung, secara otomatis ia akan diskors dari pertandingan timnya berikutnya, juga bisa dikenakan sanksi tambahan."

Sementara harian The Sun, UK menyatakan, "Di Liga Champions dan Liga Europa, pemain akan melewatkan satu pertandingan jika dikeluarkan dari lapangan atau mendapatkan kartu merah."

KESIMPULAN

Video unggahan Sudut Timnas TV dengan judul bombastis "THAILANDPUN IKUT KAGET !! Bisa Main DiFinal, Kartu Merah Pratama Arhan Di Cabut Dengan Cara Ini Thailand Pun Panik !!" memenuhi kriteria konten yang salah. Yaitu antara judul, gambar, dan informasi tidak mendukung konten. Sedangkan judulnya sendiri memenuhi kriteria hoax atau bohong.

Catatan Redaksi

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More