Putri sulung Nikita Mirzani, Laura Meizani Nasseru, terus menjadi sorotan usai terang-terangan menguliti pengarai ibunya sendiri.
Dalam tayangan bertajuk THE TRUTH yang tayang di kanal YouTube Antonio Dedola, gadis yang akrab disapa Lolly itu membeberkan tindakan kasar Nikita Mirzani kepadanya.
Bukan hanya pernah dipukul, Lolly mengungkapkan jika ibunya pernah mengurungnya di dalam kamar hingga menunda-nunda kepergiannya ke London untuk bersekolah.
"Aku memang dipukul sama Mama aku. Tapi emang aku dipukul gara-gara aku nakal, tapi ada di saat aku nggak ngapa-ngapain tapi dia tiba-tiba ngunciin aku di kamar," ungkap Lolly.
"Aku kayak selalu ditahan di situ dan dia kayak memperlakukan aku kayak, 'Kalau kamu nggak live, kamu nggak akan pernah pergi ke London', dan aku makanya harus live setiap hari," bebernya.
Meskipun sedang terlibat konflik dengan Nikita Mirzani, Lolly tak bisa bertemu dan menyelesaikan masalah secara langsung dengan sang ibu. Hal ini karena dirinya sedang berada di London, sedangkan ibunya berada di Indonesia.
Lolly pun juga tak bisa memberikan jawaban pasti soal kapan dirinya akan pulang ke Indonesia. Ini seperti dikutip melalui unggahan Instagram Story gadis kelahiran 2007 tersebut.
"Kapan balik Indo Lolly?" tanya warganet seperti dikutip melalui Instagram Story @1aurabd pada Jumat (19/5/2023).
"Kalau udah sukses," jawab Lolly.
Baca Juga: Daya Listrik Kereta Cepat Mulai Dialirkan, Masyarakat Diminta Waspada Tegangan Tinggi
Lantas, apakah jawaban ini menandakan jika Lolly belum berdamai dengan Nikita Mirzani?
Berita Terkait
-
Sempat Larang Lolly Sekolah di London, Nikita Mirzani Wajibkan Azka Kuliah di Luar Negeri, Pilih Kasih?
-
Nikita Mirzani Tantang Antonio Dedola Adopsi Lolly hingga Keciduk Nginap di Hotel Murah, Jatuh Miskin Nih?
-
Antonio Dedola Sesumbar Adopsi Lolly, Nikita Mirzani Tantang Balik Eks Suami: Silakan Kalau Bisa Bayar Sekolahnya!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026