/
Senin, 22 Mei 2023 | 18:22 WIB
Bakal Calon Presiden Anies Baswedan. (Suara.com/Fakhri)

Saat Anies Baswedan, yang merupakan calon presiden dari Koalisi Perubahan, membuat komentar sinis tentang politisi yang memanfaatkan jogging sebagai konten media sosial, ia mengungkapkan pendekatan uniknya sendiri untuk mendengarkan suara rakyat.

Sebelum mempertajam kritiknya, Anies berbicara tentang perjalanannya ke berbagai daerah untuk berbicara langsung dengan warga. Dia menyebut perjalanan ini sebagai tirakat, atau semacam pelajaran spiritual. "Selama Ramadan, saya menjalani tirakat, sebuah perjalanan untuk mendengar, memahami, dan merasakan suasana saat ini dalam masyarakat kita," ujar Anies.

Ia menambahkan bahwa perjalanannya ini tidak diketahui oleh media atau siapa pun, karena tujuannya adalah untuk benar-benar merasakan pengalaman masyarakat, tanpa glamor atau pengagungan. "Saya mengunjungi masyarakat tanpa media atau kamera, hanya saya sendiri," kata Anies dengan tegas.

Anies menjelaskan bahwa pengalaman ini telah memperkuat keyakinannya bahwa bangsa ini membutuhkan perubahan. Dia menceritakan pertemuan dengan berbagai individu, mulai dari pedagang hingga petani dan siswa. Namun, ia menegaskan bahwa dia tidak terburu-buru untuk membagikan kegiatan ini di media sosial.

"Saya hanya berbincang-bincang dan bercerita. Saya tidak berlari-lari hanya untuk memposting foto. Saya sedang mendengarkan suara mereka, bertemu dengan ibu-ibu dan bapak-bapak yang ingin masa depan yang lebih baik," tutup Anies.

Load More