Saat Anies Baswedan, yang merupakan calon presiden dari Koalisi Perubahan, membuat komentar sinis tentang politisi yang memanfaatkan jogging sebagai konten media sosial, ia mengungkapkan pendekatan uniknya sendiri untuk mendengarkan suara rakyat.
Sebelum mempertajam kritiknya, Anies berbicara tentang perjalanannya ke berbagai daerah untuk berbicara langsung dengan warga. Dia menyebut perjalanan ini sebagai tirakat, atau semacam pelajaran spiritual. "Selama Ramadan, saya menjalani tirakat, sebuah perjalanan untuk mendengar, memahami, dan merasakan suasana saat ini dalam masyarakat kita," ujar Anies.
Ia menambahkan bahwa perjalanannya ini tidak diketahui oleh media atau siapa pun, karena tujuannya adalah untuk benar-benar merasakan pengalaman masyarakat, tanpa glamor atau pengagungan. "Saya mengunjungi masyarakat tanpa media atau kamera, hanya saya sendiri," kata Anies dengan tegas.
Anies menjelaskan bahwa pengalaman ini telah memperkuat keyakinannya bahwa bangsa ini membutuhkan perubahan. Dia menceritakan pertemuan dengan berbagai individu, mulai dari pedagang hingga petani dan siswa. Namun, ia menegaskan bahwa dia tidak terburu-buru untuk membagikan kegiatan ini di media sosial.
"Saya hanya berbincang-bincang dan bercerita. Saya tidak berlari-lari hanya untuk memposting foto. Saya sedang mendengarkan suara mereka, bertemu dengan ibu-ibu dan bapak-bapak yang ingin masa depan yang lebih baik," tutup Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
-
Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen
-
Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat