Ferdy Sambo diketahui sebagai mantan perwira tinggi Polri dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal Polisi. Akibat kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Polri memerintahkan agar suami Putri Candrawathi itu segera dihukum mati.
Kabar itu sendiri dibagikan oleh kanal YouTube BENANG MERAH yang memposting video berjudul "GEGER!! POLRI PERTINTAHKAN SAMBO SEGERA DIVONIS MATI".
Sementara itu, dalam thumbnail terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa Ferdy Sambo bukanlah seorang jenderal lagi dan ia lebih kejam dari PKI.
Tampak Ferdy Sambo sedang dikawal oleh anggota kepolisian dan seperti hendak dibawa ke suatu tempat. Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 2.900 penayangan.
Namun, benarkah Polri memerintahkan agar Ferdy Sambo segera dieksekusi mati?
CEK FAKTA:
Narator dalam video tersebut tidak memberikan bukti valid ataupun pernyataan secara resmi dari pihak Polri terkait perintah Ferdy Sambo untuk segera ditembak mati.
Alih-alih memberikan penjelasan dari sumber kredibel, narator hanya menayangkan kembali proses persidangan Ferdy Sambo dan kesaksian orang tua Brigadir J yang menilai bahwa vonis hukuman mati sudah cocok dijatuhkan untuk Ferdy Sambo.
Tetapi hingga akhir video, narator sama sekali tidak menyebutkan tentang permintaan Polri untuk segera menembak mati Ferdy Sambo.
Baca Juga: 5 Penyebab Ketinggalan Pesawat Ini Harus Dihindari, Antisipasi Kemacetan!
Selain itu, foto yang digunakan pun hanyalah hasil editan dan tidak ada hubungannya dengan kasus Ferdy Sambo.
Dengan kata lain, meski Ferdy Sambo saat ini sudah bukan jenderal, tetapi informasi Polri memerintahkan agar Ferdy Sambo segera dihukum mati adalah salah.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Polri memerintahkan agar Ferdy Sambo segera divonis mati merupakan berita palsu atau hoaks.
Isi video di atas tidak selaras dengan judul yang tertera, sehingga unggahan tersebut dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
35 Kode Redeem FC Mobile Aktif 7 Mei 2026, Klaim Star Shards dan Pemain OVR Tinggi
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Alih Fungsi Kali Ciputat Jadi Bintaro Xchange Mall Diduga Cacat Hukum dan Salah Gunakan Wewenang
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Update Jalur Tambang Parungpanjang, Sekda Bogor Ungkap Proses Appraisal dan Skema Hibah Lahan
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
SF Hariyanto Sering Disebut, Diminta Dihadirkan dalam Sidang Abdul Wahid
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026