Kuasa hukum Inge Anugrah, Petrus Bala Pattyona mengungkap kalau kliennya menuntut tiga tuntutan pada Ari Wibowo apabila resmi bercerai. Salah satu tuntutan yang diminta adalah nafkah sebesar Rp 1 miliar.
Ia menjelaskan kalau selama 17 tahun menikah dengan Ari Wibowo, Inge Anugrah ternyata tidak pernah diberikan uang.
Lebih rinci, Petrus juga menjelaskan soal hitung-hitungan dari mana uang Rp 1 miliar itu berasal. Dia menuturkan kalau itu berdasarkan hitungan nafkah Rp 5 juta per bulan.
"Selama dia menikah itu kan tidak pernah mendapat uang, maka kita menuntut jika satu bulan itu Rp 5 juta, dan mereka sudah menikah 206 bulan, maka totalnya menjadi Rp 1,03 miliar," tutur Petrus Pattyona, dikutip dari Suara.com, Selasa (20/6/2023).
Dilanjutkan dia, Inge Anugrah meminta uang nafkah itu lantaran selama menikah dirinya tidak memiliki penghasilan.
Bahkan, Inge juga telah dirugikan lewat perjanjian pra nikah yang disepakati dengan Ari Wibowo.
"Karena masalah pisah harta itu kalau dua-duanya bekerja kan? Yang satu (Inge Nugrah) kan hanya full sebagai mengabdi. Kecuali dia mengabdi dan dikasih duit, baru menghasilkan, penghasilan kan. Itu masalahnya di situ," tutur dia.
"Jadi kalau misalnya Inge bekerja, dia pasti punya uang. Selama ini kan harusnya Ari kasih duit dong. Seharusnya begitu," tegas dia.
Selain uang nafkah Rp 1 miliar, tuntutan Inge Anugrah ke Ari Wibowo lainnya adalah soal hak asuh anak hingga satu unit apartemen.
Diketahui Ari Wibowo cerai dari Inge Anugrah setelah menjalani pernikahan pada 2006 silam. Pernikahan keduanya dikaruniai dua anak, yakni Kenzo Wibowo dan Marco Wibowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Bayi di Kampar Diberi Nama Ali Khamenei, Langsung Didatangi Kedubes Iran
-
Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
L'Oreal Brandstorm 2026: Anak Muda ITB Wakili Indonesia ke Paris Lewat Inovasi Parfum Pintar
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Awalnya Minta Uang untuk Judol, Berakhir Tragis: Anak di Lahat Habisi Ibu dengan Cara Keji
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Viral Toko Es Krim Pakai Daun Pisang Akibat Harga Plastik Melonjak, Hasilnya Lebih Estetik