/
Jum'at, 23 Juni 2023 | 16:10 WIB
CEK FAKTA, video yang menyebut Argentina malah heran bisa kalahkan Indonesia ini terang-terangan menyatakan bila penonton klik tombol like dan subscribe maka turut mengurangi angka pengangguran ([screenshot YouTube].)

Narasi memaksakan bahwa Indonesia juara apapun bahasanya, meski mengingkari logika yang menang di SUGBK adalah Argentina.

FIFA Matchday 2023 yang menandingkan Timnas Indonesia vs Timnas Palestina (15/6/2023) dan Timnas Argentina vs Timnas Indonesia (19/6/2023) berakhir sudah.

Saat laga kontra Timnas Palestina, Timnas Indonesia bertahan dengan kedudukan sama hingga pertandingan yang digelar di Stadion Bung Tomo, Tambaksari, Surabaya berakhir. Yaitu 0-0 alias kacamata.

Sedangkan melawan Timnas Argentina yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SGBK, Senayan Jakarta, Timnas Indonesia menderita kekalahan 0-2.

Metro Suara.com menyimak dari kanal YouTube, sebuah akun atas nama Auto Intip Timnas mengunggah video berjudul "LANGSUNG DARI JOKOWI!7 KABAR GEMBIRA HAMPIRI TIMNAS, USAI MELAWAN ARGENTINA?"

Dengan foto thumbnail laga Timnas Argentina dan Timnas Indonesia, Lionel Messi tengah berpelukan dengan Coach Lionel Scaloni, serta Presiden Joko Widodo mengacungkan jempol. Tulisan penyertanya, "KALAH 2-0 DARI ARGENTINA ARGENTINA JUSTRU TAK PERCAYA KARENA INDONESIA DI HAMPIRI 7 KABAR GEMBIRA INI" serta "HANYA INDONESIA YANG BISA BIKIN MALU ARGENTINA".

Diiunggah perdana pada Rabu (21/6/2023), video memiliki durasi 7 menit 22 detik dan sudah disaksikan 1,1 ribu kali.

PENJELASAN

Metro Suara.com menelusuri mulai foto thumbnail terlebih dahulu dan hasilnya adalah:

* Foto menyesatkan ditambah kalimat manipulatif.
Fakta: Foto Lionel Messi menangis serta berpelukan dengan Coach Lionel Scaloni bukan menjelaskan kalimat di kanan atas bertuliskan  "HANYA INDONESIA YANG BISA BIKIN MALU ARGENTINA" serta "KALAH 2-0 DARI ARGENTINA ARGENTINA JUSTRU TAK PERCAYA ...". Foto ini berasal dari event Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022. Sama sekali tidak berhubungan dengan rasa malu namun bangga.
Logika: Lionel Messi tidak hadir di Indonesia, kalaupun emosional hingga menangis, di manakah lokasinya? Sudah pasti bukan Indonesia sehingga tidak ada sangkut-pautnya.

* Judul tendensius, yaitu "KALAH 2-0 DARI ARGENTINA ARGENTINA JUSTRU TAK PERCAYA".
Fakta: olah raga termasuk sepak bola digunakan sebagai jembatan, alat, hingga sarana untuk saling mengenal bangsa lain, dan bukti persahabatan. Skor yang dicetak adalah hasil dari kerja keras dan semangat berlandaskan sportivitas.
Logika: skor adalah hasil pertandingan dan disahkan oleh wasit serta seluruh pengawas pertandingan, bukan urusan percaya tidak percaya.

* Konten video sejak awal sudah mensyaratkan agar penonton klik like sehingga bisa mendapatkan monetisasi atau cuan, ada di menit 0:40. Menggunakan kalimat memohon, "alangkah mulianya bila ... dengan klik berarti mengurangi satu dari pengangguran di Indonesia"
Logika: penonton tidak perlu diarahkan untuk like atau mengikuti video sampai selesai, bila informasi yang diberikan valid atau kredibel, tanpa arahan narator akan diberikan klik dengan sukarela. Dengan menggunakan kata "alangkah mulianya" sekaligus "menuduh" penonton yang tidak klik adalah "tidak mulia di mata pengunggah video.

* Berdasar kalimat menghiba yang disampaikan narator yaitu "dengan klik maka mengurangi setidaknya satu pengangguran di Indonesia" di 0:54 maka narasi dan tujuan video bukanlah topik sepak bola itu sendiri.

KESIMPULAN

Video berjudul "LANGSUNG DARI JOKOWI!7 KABAR GEMBIRA HAMPIRI TIMNAS, USAI MELAWAN ARGENTINA?" memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content yang bertujuan untuk menipu penontonnya.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More