Narasi memaksakan informasi Indonesia melakukan aksi perusakan atas kapal perang negeri tetangga.
Australia adalah salah satu negara tetangga Indonesia yang bergabung dengan SEATO (Southeast Asia Treaty Organization), sebuah pakta pertahanan Asia Tenggara dibentuk pada 1954 dan beranggotakan Amerika Serikat, Selandia Baru, Australia, Filipina, Thailand, dan Pakistan.
Dikutip dari Turnbackhoax.id, akun YouTube bernama KABAR HARIAN mengunggah video berjudul "TANTANG GERTAKAN AMERIKA , INDONESIA SENGAJA HANCURKAN KAPAL TERBAIK AUSTRALIA".
Diunggah pada 10 Juni 2023, foto thumbnail adalah pertempuran laut. Dengan menyematkan logo CNN Indonesia serta slogan "What The Fact! Politics". Tulisan penyertanya "AKIBAT MASUK KANDANG SINGA BERITA AKTUAL TERPERCAYA DI SALIN LANGSUNG DARI CNN NATIONAL & INTERNATIONAL, DI PROMOSIKAN OLEH ADMIN KABAR HARIAN!!"
PENJELASAN
Metro Suara.com menelusuri foto thumbnail dan temuannya adalah:
* Logo serta slogan rekayasa.
Fakta: logo CNN Indonesia serta slogan "What The Fact! Politics" tentu saja bukan dari media kredibel bernama sama atau sederhananya logo adalah tiruan, dengan bahasa slogan bukan bahasa pemberi informasi kredibel.
* Kalimat "AKIBAT MASUK KANDANG SINGA BERITA AKTUAL TERPERCAYA DI SALIN LANGSUNG DARI CNN NATIONAL & INTERNATIONAL, DI PROMOSIKAN OLEH ADMIN KABAR HARIAN!!"
Logika: kalimat bombastis seperti ini tidak merujuk kepada cara penyampaian informasi jurnalistik yang santun dan tidak memihak. Terlebih lagi mengatasnamakan media kredibel, dengan penulisan tidak sesuai kaidah bahasa, seperti "di promosikan" (yang benar dipromosikan), "di salin" (yang benar disalin). Tanpa pengetahuan kebahasaan untuk hal-hal mendasar seperti ini bisa dipastikan pengunggah tidak bermaksud memberikan informasi yang benar.
Turnbackhoax.id melakukan identifikasi video atau konten dan hasilnya:
* Video adalah hasil editan kumpulan video yang diberi narasi tidak valid, tidak ditemukan informasi mengenai Indonesia yang sengaja menghancurkan kapal terbaik Australia sebagai bentuk gertakan kepada Amerika seperti disebutkan dalam judul video.
* Sumber video yang dicomot penggunggah video ini:
- Video pertama yang ditampilkan adalah video yang identik dengan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Natuna pada 8 Januari 2020, dalam konteks benar adalah yang diunggah di akun resmi YouTube Sekretariat Presiden.
- Video kedua yang diunggah adalah video yang identik dengan video apel kesiapan pasukan TNI AL sebelum mengikuti kegiatan. Apel diliput dan ditayangkan akun YouTube Official NET News pada 16 September 2016 berjudul "Apel Persiapan Armada Jaya ke-34 – NET24".
KESIMPULAN
Video berjudul "TANTANG GERTAKAN AMERIKA , INDONESIA SENGAJA HANCURKAN KAPAL TERBAIK AUSTRALIA" memiliki konten yang menyesatkan atau misleading content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah untuk Mendanai Kampanye Prabowo Subianto Ada Relawannya yang Menjajakan Sepatu?
-
CEK FAKTA: Benarkah TNI-Polri Kerahkan Pasukan untuk Tangkap Siapa Saja yang Halangi Anies Baswedan Ikut Kontestasi Pemilu 2024?
-
CEK FAKTA: Asnawi Mangkualam ke Inggris Bergabung Old Trafod Didukung Erik Thoir, Bila Penulisan Salah Semua Begini Bagaimana Isi Videonya?
-
CEK FAKTA: Ketua Umum PSSI Berhasil Datangkan Cristiano Ronaldo, Lionel Messi Jadi Menyesal Tidak ke Mari?
-
CEK FAKTA: FIFA Langsung Coret JIS dari Daftar Stadion Piala Dunia U-17 2023, Video Ini Gunakan Artikel Media Kredibel sebagai Tameng
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026