Violenzia Jeanette-Marcelino Lefrandt pernah disebut goals couple. Sayangnya mesti putus.
Marcelino Lefrandt tidak ingin berlama-lama tenggelam dalam kesedihan. Aktor, penyanyi, dan presenter ini menyudahi hubungan dengan Violenzia Jeanette, seorang aktris.
Disimak dari beberapa podcast selebritis Tanah Air, masih terasa betapa hangat relasi keduanya saat pacaran. Kisah tentang Marcelino Lefrandt yang belum berani pedekate dengan Violenzia Jeanette saat jumpa di gym. Sampai topik tentang gerakan olah raga yang membuat mereka akhirnya bisa menjalin percakapan.
Kemudian latar belakang perbedaan agama, karena Violenzia Jeanette telah mualaf, sementara Marcelino Lefrandt tetap dengan keyakinannya. Saat itu keduanya menyatakan hal ini secara tegas. Bahwa perbedaan tidak akan membuat keduanya mundur.
Apa daya, realitas terkini dari pasangan berbeda usia lebih dari 15 tahun ini--Marcelino 48 tahun dan Violenzia 32 tahun--adalah putus hubungan.
"Memang visi misi kami ke depannya ternyata sudah tidak bisa disatukan lagi," demikian dipaparkan Marcelino Lefrandt sebagaimana dikutip dari kanal Entertainment Suara.com.
"Balik lagi kayaknya enggak ya. 'Kan kami sudah memutuskan, tidak mungkin kami putus balik lagi kayak anak kecil," lanjut Marcelino Lefrandt.
Ia menambahkan bahwa dalam kondisi putus ini ia merasakan hati belum stabil.
"Sudah dua bulan ini pasti ada ya, rasa naik turun. Tapi life must go on, masih banyak yang harus dijalani," tukas Marcelino Lefrandt.
Beruntung ia tengah dikelilingi banyak pekerjaan. Seperti produksi film, serta membuat proyek tontonan bentuk serial.
"Ada goal yang mau aku capai, lagi tidak banyak di rumah," ujarnya.
Marcelino Lefrandt dan Violenzia Jeanette memiliki latar belakang kehidupan percintaan mirip. Violenzia berpisah dari mantan suami Reza Pahlawan, sedangkan Marcelino Lefrandt bercerai dari Dewi Rezer. Keduanya sama-sama memiliki dua anak.
Berita Terkait
-
Putus dari Marcelino Lefrandt, Violenzia Jeanette Sempat Spill Soal Selingkuh
-
Sempat Koar-koar Ogah Pindah Agama demi Menikah, Violenzia Jeanette dan Marcelino Lefrandt Kini Putus
-
Merengek Bak Anak Kecil, Wanita Nangis Guling-gulingan di Tanah: Belikan Aku Tas, Mak!
-
CEK FAKTA: Apa Betul Ada Anak Kecil Bugil Lari dari Buckingham Palace Saat Penobatan Raja Charles III?
-
Fuji Cerita Panik Digodain Orang Jepang, Mayang Jadi Ikut Dicolek: Gak Dilamar Pakai 20 Unta?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan