Nathalie Holscher sempat berkoar-koar mengizinkan mantan suaminya, Sule, untuk menghentikan nafkah bulanan sebesar Rp25 juta yang mestinya diberikan untuk anak mereka, Adzam.
"Cukup ramai tentang nafkah anak dan lagi-lagi tentang harta harta dan harta. Bisa distop aja bulanan Adzam, mobil. Rumah silahkan ambil," ungkap Nathalie di Instagram-nya, dikutip pada Sabtu (29/7/2023).
Padahal sebelumnya Nathalie sempat mengeluh uang bulanan Rp25 juta dari Sule tidak cukup. Belakangan publik meyakini hal tersebut terjadi karena Nathalie mengadopsi gaya hidup yang kelewat mewah.
Hal ini yang kembali diungkit warganet ketika Nathalie mengabarkan soal Adzam yang harus pindah sekolah. "Ini trial dulu, kalau Adzam udah oke baru deh kita pembayaran," kata Nathalie, dikutip dari akun Instagram @dramakuin.official.
Namun tampaknya putra bungsu Sule itu sudah nyaman di sekolahnya sehingga Nathalie langsung memproses pembayaran. Tak disangka, Nathalie kemudian membeberkan semua pengeluaran untuk menyekolahkan Adzam.
"Ini DP-nya itu totalnya sekitar Rp12 juta," ujar Nathalie, merujuk pada beberapa jenis biaya pendaftaran dan administrasi.
"Ditambah sekolah SPP-nya 3 bulan itu, (untuk) toddler itu Rp11 juta, berarti totalnya Rp23 juta," sambungnya.
Dengan demikian, dari jatah Rp25 juta yang diberikan Sule setiap bulan saja sudah hampir ludes untuk membayar pendaftaran dan uang sekolah selama 3 bulan.
Nathalie sendiri mengaku tidak mempermasalahkan pengeluaran yang sangat bengkak tersebut. "Namanya Ibu pasti ngasih yang terbaik. Jadi total hari ini, baru masuknya doang, totalnya Rp24 juta," tutur Nathalie.
Baca Juga: Nathalie Holscher Bagi-bagi Sepatu Mewah Punya Adzam, Panen Nyinyiran: Pantes 25 Juta Gak Cukup
"Tapi nggak apa-apa selagi kita mampu kita kasih yang terbaik, ini untuk sekolahnya aja," lanjutnya.
Namun pengakuan mantan DJ tersebut membuatnya semakin menjadi bulan-bulanan warganet. Kembali gaya hidup Nathalie dikritik karena tidak sesuai dengan pendapatannya.
"Bukan nafkah nya yang ga cukup.. tapi dia nya yang gaya hidup nya ketinggian," komentar warganet.
"Kayak baru lo aja yang nyekolahin anak mahal," sindir warganet lain.
"Nyebut nominal biar si mantan nambahin uang bulanan kayanya.. padahal seharusnya mah kebutuhan yang menyesuaikan uang.. kalo emang uang yang di kasih 25 juta sebulan ya sesuaikan aja sama kebutuhan dll biar cukup.. tapi kalo mau lebih ya gpp.. kan punya penghasilan sendiri.. tapi ga usah lah sebut nominal. Sekelas gigi aja ga mau sebut nominal," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK