Beredar kabar tidak terima dicurangi wasit, pelatih Bojan Hodak ngamuk ke pemain Persib Bandung adalah misinformasi.
Usai dilakukan pengecekkan fakta oleh tim Metro, Kabar yang disebarkan lewat video berjudul "Sanksi Tak Masuk Akal! Manajemen Tak Terima Persib DicurangiBojan Hodak Meradang Kpd Pemain Persib," di akun YouTube Kilas Football adalah hoaks alias tidak benar.
Namun, bagaimana fakta sesungguhnya?
Setelah selesai menyaksikan video berdurasi 3 menit 32 detik, tidak ditemukan informasi dan bukti valid yang mendukung klaim kabar di atas.
Narator hanya menyampaikan bahwa tiga pemain Persib Bandung yang absen menghadapi Barito Puterai hari ini, Minggu (13/8/2023) malam.
Kemudian, dia juga mengabarkan I Putu Gede Juni Antara yang mendapatkan sanksi kartu merah dan dilarang bermain di empat laga,dalam pertandingan melawan Persis Solo 8 Agustus lalu.
Namun, hingga akhir video tidak ada pembahasan terkait Persib Bandung yang dicurangi wasit.
Bahkan, tidak ada informasi seputar Bojan Hodak yang mengamuk pada para pemainnya, melainkan memberikan pengingatan dan imbauan.
"Jangan membuat kesalahan. Mereka akan menunggu kamu untuk melakukan kesalahan dan ketika itu terjaid mereka akan 'pukul' kamu. Ini akan menjadi pertandingan yang sulit," ungkap Bojan Hodak.
Baca Juga: Bernuansa Orkestra, Burgerkill hingga Feel Koplo Bakal Manggung di Forestra 2023
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026