/
Selasa, 29 Agustus 2023 | 10:08 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (kiri) dan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kanan) berfoto bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino di acara drawing grup Piala Asia 2023 ((pssi.org))

Informasi salah tentang pengakuan ketua asosiasi bola Vietnam soal settingan menang di final Piala AFF U-23 2023.

Sebuah kabar tidak benar menyatakan bahwa Federasi Bola Internasional atau FIFA bakal membekukan aktivitas sepak bola di Vietnam selama 15 tahun, sehingga ketua asosiasi sepak bola Vietnam melakukan klarifikasi. Intinya mengakui bahwa benar telah terjadi ada main antara Vietnam dengan Federasi Bola ASEAN (AFF) sehingga Timnas Vietnam bisa menang di AFF U-23 2023.

Berita ini disebarkan via kanal YouTube oleh akun bernama Timnas Harapan TV yang mengunggah sebuah video berjudul "TERANCAM DI BEKUKAN FIFA, Ketua Sepak Bola Vietnam Buka Suara, Ternyata Ada Main dengan AFF".

Foto thumbnail adalah tokoh bola Vietnam, insert kemenangan Timnas Vietnam yang disilang, Timnas Indonesia, serta paling kanan adalah Presiden FIFA, Gianni Infantino. Insert artikel berjudul "I'M SORRY INDONESIA, I'M SORRY PSSI, I'M SORRY EVERYTHING".

Sedangkan keterangan penjelas adalah "TAKUT DI BEKUKAN FIFA 15 TAHUN KETUA ASOSIASI SEPAKBOLA VIETNAM KLARIFIKASI TERNYATA BENAR VIETNAM DAN AFF ADA MAIN".

Benarkah berita yang dikabarkan oleh video ini?

Video salah (X) soal FIFA mengancam bakal bekukan organisasi bola Vietnam sehingga Vietnam bikin pengakuan memang ada main di Piala AFF U-23 2023 (sumber: [screenshot YouTube].)

CEK FAKTA

Tidak benar, karena FIFA tidak membuat pernyataan sama sekali tentang rencana pembekuan asosiasi sepak bola Vietnam.

PENJELASAN

Metro Suara.com melakukan penelusuran dan hasilnya adalah sebagai berikut:

* Judul bombastis demi meraih simpati sehingga tersimak drama.
Fakta: "TERANCAM DI BEKUKAN FIFA, Ketua Sepak Bola Vietnam Buka Suara, Ternyata Ada Main dengan AFF" (judul), tidak memenuhi kaidah penulisan bahasa Indonesia baik dan benar tentang pemakaian "di" sambung atau pisah.
Logika: kata sanksi lebih tepat diterapkan bila terjadi kasus melanggar sportivitas dalam wadah FIFA.

* Penyalahgunaan foto seorang tokoh yang jadi vandalisme dibubuhi  kalimat "I'M SORRY INDONESIA, I'M SORRY PSSI, I'M SORRY EVERYTHING" di depan sosok seorang pengurus asosisasi bola Vietnam.

Foto Presiden RI berjabat tangan dengan tokoh Korea Selatan disalahgunakan untuk foto organisasi bola Vietnam ada main dengan AFF (sumber: [screenshot YouTube].)

* Penyalahgunaan materi video
- Menit 0:19 diperlihatkan foto Presiden RI Joko Widodo bersama seorang Korea Selatan. Akan tetapi ditambah insert yang mengilustrasikan tokoh bola ASEAN sedang bertukar piagam serta berjabat tangan melakukan perjanjian tertentu. Pengunggah video membubuhkan tulisan "Ini melalukan" (bukan memalukan).
Logika: Korea Selatan bukan masuk negara-negara ASEAN, sehingga tidak ada korelasi.

Cukup melihat video hingga menit di bawah 20 detik sudah bisa disimpulkan bahwa video berjudul "TERANCAM DI BEKUKAN FIFA, Ketua Sepak Bola Vietnam Buka Suara, Ternyata Ada Main dengan AFF" memiliki konten menyesatkan atau misleading content.

Baca Juga: Fergus Tierney Ketahuan Diving dan Nguyen Hong Phuc Main Sikut, Masa Wasit Hiroki Kasahara Tetap Bergeming di AFF U-23 2023?

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More