/
Kamis, 31 Agustus 2023 | 08:22 WIB
Wasit dalam pertandingan sepak bola sebagai ilustrasi ([Shutterstock])

Berita salah tentang kondisi kesehatan wasit pengawal Indonesia-Vietnam di final Kejuaraan AFF U-23 2023.

Sebuah disinformasi kabar menyebutkan wasit pengawal pertandingan final AFF U-23 2023 antara Timnas Indonesia dengan Vietnam, yaitu Hiroki Kasahara telah tiada dan dibawa dengan ambulans. Musibah itu membuat keluarga wasit yang merugikan Timnas Indonesia ikut minta maaf.

Berita ini disebarkan melalui kanal YouTube atas nama akun Onlen News yang mengunggah video berjudul "DOA NETIZEN TERKABUL! Musibah Nimpa Wasit Hiroki Kasahara Yang Rugikan Timnas Di AFF U23 Atau Tidak".

Foto thumbnail adalah ambulans melaju, insert Hiroki Kasahara, dan lelaki Jepang mengenakan jas hitam membawa bingkai foto seseorang yang memegang bola.

Tulisan penyertanya "DOA NETIZEN TERKABUL Keluarga Wasit Yang Rugikan Timnas Kini Meminta Maaf!", dan "Maafkan Semua Kesalahannya!"

Benarkah berita yang diunggah dalam bentuk video ini?
  

Berita salah (X) tentang wasit AFF U-23 2023 Hiroki Kasahara (sumber: [screenshot YouTube].)


CEK FAKTA

Berita tidak benar, salah, fake, hoax, serta mengada-ada.

PENJELASAN

Metro Suara.com mengadakan penelusuran dan hasilnya:

* Foto diragukan keabsahannya
- Gambar ambulans dan lelaki pembawa bingkai foto seseorang membawa bola tidak bisa dipastikan keasliannya. Sebagai catatan Hiroki Kasahara adalah wasit, bukan selebritis. Hanya karena ia tampil di Piala AFF U-23 2023 (sebagai wasit) bukan berarti foto-foto kehidupan pribadi serta kabar beritanya mudah didapat, tersiar di seluruh negeri bahkan luar negeri.

* Judul dan keterangan foto thumbnail yang sangat meninabobokan penonton dari realitas
- Tulisan berbunyi: "DOA NETIZEN TERKABUL! Musibah Nimpa Wasit Hiroki Kasahara Yang Rugikan Timnas Di AFF U23 Atau Tidak" (judul) "DOA NETIZEN TERKABUL Keluarga Wasit Yang Rugikan Timnas Kini Meminta Maaf!" (keterangan).

Kata "doa terkabul" di sini memberikan arti negatif dan sensitif yang diajarkan pembuat video: doa yang sejatinya jadi sarana kontemplasi dan permintaan atau permohonan dikabulkan untuk urusan tidak baik (gambar ambulans yang menggambarkan kondisi kesehatan dan tidak baik).

Kata "keluarga wasit" menjadi lucu, karena subjek yang dibicarakan bekerja secara profesional dan bekerja membawa nama pribadi. Permintaan maaf atas sesuatu yang dilakukan anggota keluarga bukan hanya berlebihan tetapi bukan budaya subjek yang dibicarakan. Dalam hal ini pembuat menggunakan sudut pandang dirinya dan sekitarnya saja. Termasuk kata "maafkan semua kesalahannya". Perlu dicek kembali apakah hal-hal semacam ini memiliki kesamaan antara budaya Jepang dengan Indonesia.

Baca Juga: Trending di Vietnam, Park Hang-seo Mantan Pelatih Timnas Malahan Bela Indonesia Soal Final AFF U-23 2023?

Bagian dari video bohong soal wasit AFF U-23 2023 (sumber: [screenshot YouTube].)

* Cek video
- Menit 0:03 saja sudah menunjukkan pembuat video "tidak setia" kepada judulnya sendiri. Judul dan keterangan thumbnail penuh sumpah serapah, mulai doa netizen terkabul, musibah, sampai keluarga wasit minta maaf. Namun di awal video sudah diberi tulisan "Selamat Jalan Kawan!" alias ucapan bela sungkawa. (lihat capture gambar di atas ini).
- Menit 0:14 narator dengan enteng mengatakan "Netizen mengatakan hukum karma berlaku ..." atau dengan kata lain pembuat video tidak mau bertanggungjawab memiliki berita asli, resmi, atau valid, akan tetapi mengatasnamakan netizen saja.

Dari sini sudah bisa diketahui bahwa tidak ada unsur valid dan kredibel dibagikan dari kontennya. Video berjudul "DOA NETIZEN TERKABUL! Musibah Nimpa Wasit Hiroki Kasahara Yang Rugikan Timnas Di AFF U23 Atau Tidak" memiliki konten yang menyesatkan atau misleading content.


Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).

Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More