Rival Achmad Labbaika alias Ipay resmi melaporkan vokalis band Radja, Ian Kasela ke polisi. Laporan itu didaftarkan terkait hak cipta lagu Cinderella yang dipopulerkan Radja, juga soal kontrak yang diduga ilegal.
Sebelumnya Ian Kasela sudah lebih dulu melaporkan Ipay ke polisi.
"Kami melakukan somasi dengan maksud untuk mediasi, tapi mereka malah melakukan pelaporan," kata Ipay usai membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jumat (1/9/2023).
Ipay menjabarkan terkait alasannya melaporkan. Bukan hanya soal nama pencipta lagu, tetapi juga adanya kontrak dengan tiga label.
"Kontrak ini tanpa ada legalitas saya sebagai pemilik lagu. Jadi main ambil saja," ucapnya.
Kasus ini bermula saat Ipay mensomasi Ian Kasela. Ia menuntut Rp 20 miliar atas lagu Cinderella yang diklaim Ian Kasela selama ini.
Ian Kasela yang merasa memiliki perjanjian dengan Ipay soal lagu tersebut akhirnya melaporkan ke Polda Metro Jaya. Kasusnya terkait dengan pemalsuan identitas.
Tak hanya Ipay, Ian Kasela juga mempolisikan akun Anji. Ian merasakan dirugikan oleh wawancara Anji dengan Ipay di Youtube, yang di dalamnya membahas soal hak cipta lagu Cinderella.
Ipay sendiri telah membuat lagu Cinderella pada 1996. Lagu itu ia pernah dibawakan bersama bandnya ketika itu, Fresh. Selain itu Ipay juga pernah memperkenalkan lagu tersebut bersama band yang lain bernama Cosmic di radio.
Baca Juga: Anak Personel Radja Kena Bully Buntut Podcast Anji: Bapak Kamu Maling Ya?
Tetapi Radja diduga membawakan lagu tersebut dan Ian Kasela mengeklaim sebagai salah satu pencipta lagu tersebut pada 2004 silam.
Berita Terkait
-
Ipay Duga Tanda Tangannya Dipalsukan, Pengacara Radja Tegaskan Lagu Cinderella Sudah Dibeli Rp2,5 Juta
-
Band Radja Dituding Cari Sensasi gegara Koar-Koar Soal Ancaman Pembunuhan, Ian Kasela: Kami Ngejar Prestasi, Bukan ....
-
Personel Radja Alami Trauma Usai Dapat Ancaman Pembunuhan, Ian Kasela: Kebawa Sampai Mimpi
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan