Sebuah video yang menunjukkan polisi maki polisi lainnya saat sedang mengamankan lalu-lintas tamu negara di Jalan Sudirman, Jakarta viral di media sosial pada Kamis (7/9/2023).
Video yang diunggah di Twitter itu menunjukkan sebuah mobil patroli dan pengawalan atau patwal Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya hampir saja menabrak iring-iringan delegasi Laos di KTT ASEAN di sekitar simpang susun Semanggi.
Terlihat dalam video itu, beberapa polisi yang sedang berjaga berusaha menghentikan laju mobil patwal tersebut sembari memaki-maki polisi di dalam mobil patwal tersebut.
"Eh gendheng iki," ujar salah satu polisi dalam video itu dalam bahasa Jawa.
"Bab*!" teriak polisi yang lain.
"Polisi gob**k!" maki polisi yang lain.
Tak sengaja dan terburu-buru
Menanggapi insiden itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman menjelaskan menyebut anggotanya saat itu buru-buru hendak mengamankan jalan untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu sore kemarin (6/9/2023) sore kemarin. Ia juga mengaku berada di lokasi kejadian.
Baca Juga: Sambut Rombongan Delegasi KTT ASEAN, Kondisi Jalan Raya Ibu Kota Jakarta Diprioritaskan
"Bukan karena sengaja tapi dia terburu-buru karena dia punya tanggung jawab mau mengamankan jalur presiden kita. Jadi gini, itu anggota saya pada saat itu memang dia mau berpindah pos karena mau ngejar pengamanan jalannya Presiden RI," kata Latif kepada wartawan, Kamis (7/9/2023).
"Setelah tahu itu dia langsung minggir berhenti. Terus saya tegur di situ, setelah Laos lewat langsung berangkat lagi," tutup Latif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan