Ace Hasan Syadzily menyatakan film religi Kristen ini sebaiknya dibanned karena bisa menyesatkan orang Islam.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily meminta penayangan film His Only Son dihentikan. Ia menilai cerita di film ini tidak sesuai dengan kisah Nabi Ibrahim versi Islam.
Dikutip dari DPR.go.id, dalam siaran pers, Ace Hasan Syadzily menyatakan, "Beredarnya film His Only Son di Indonesia sebaiknya dihentikan atau banned. Narasi film ini penuh dengan kontroversi. Muatan film ini tidak seperti pemahaman selama ini tentang sejarah Nabi Ibrahim As yang diyakini umat Islam di Indonesia pada umumnya.
Film His Only Son produksi Amerika Serikat ini rilis 30 Agustus di bioskop Indonesia. Film diangkat dari kisah Abraham dalam Alkitab Kristen. Sang nabi diuji keimanannya lewat perintah yang disampaikan Tuhan dalam bentuk mimpi, agar Abraham mempersembahkan putra tunggalnya, Isaac (putra Abraham dan Sara) di Gunung Moria.
Menurut Ace Hasan Syadzily, film tadi bisa menyesatkan orang Islam, yang meyakini Nabi Ibrahim punya dua anak: Ismail dan Ishak. Sedangkan Ismail putra Ibrahim dan Siti Hajar tidak ada di film ini.
"Jika peredaran film ini hanya ditujukan pada kalangan terbatas seperti keyakinan agama tertentu, masih kami pahami. Tapi jika film ini beredar luas, maka akan menimbulkan pemahaman sejarah yang menyesatkan menurut keyakinan agama Islam di Indonesia," tandas Ace Hasan Syadzily.
Politikus Partai Golkar ini menjelaskan Ismail adalah sosok penting dalam Islam. Ismail menurunkan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran Islam.
"Jika pemahaman seperti yang tergambar dalam film ini beredar luas, maka sesungguhnya sama saja dengan meniadakan keterkaitan ajaran Islam dengan sejarah Nabi Ibrahim AS," tukas Ace Hasan Syadzily.
Berikut adalah profil dan biodata Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily yang dipetik dari situsnya, AHS.
Nama lengkap: Tubagus Ace Hasan Syadzily
Lahir: Pandeglang Banten 19 September 1976
Orangtua: KH Tb A. Rafei Ali dan Hj Siti Sutihat
Masa kecil: dibesarkan dalam tradisi pesantren yang kental dan aktivitas politik sangat kuat, ayahnya Pengasuh Pondok Pesantren Annizhomiyyah di Pandeglang dan aktivis GOLKAR di era Orde Baru dalam kepengurusan DPD GOLKAR Kab Pandeglang Banten.
Pendidikan:
SD di Labuan
Sekolah Menengah dan Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya dan Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta
S1 Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta (1994)
S2 Antropologi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (2004)
S3 Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran, Bandung (2014)
Organisasi:
- Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1995-1997
- Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1997-1988
- Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1998-2000
- Kelompok studi Forum Mahasiswa Ciputat (FORMACI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat
- Gerakan Mahasiswa 98 bersama aktivis gerakan mahasiswa lainnya
- Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda ANSOR di bawah Kepemimpinan Nusron Wahid
- Ketua bidang Pemuda Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) 2010-2015
- Ketua Pengurus GEMA MKGR
Baca Juga: Marselino Ferdinan dan Maria Theodore Bakal Ikuti Tren Anggota Timnas Indonesia yang Gercep Jadian?
Penelitian:
- LP3ES, LSAF (lembaga studi Agama dan Filsafat)
- HP2M dan mengajar asisten dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
- Indonesian Institute for Civil Society (INCIS) untuk melakukan riset tentang Civil Society dan advokasi dengan dukungan lembaga-lembaga internasional seperti USAID, TIFA Foundation.
Program Studi dari Luar Negeri:
- Program Dialogue Project and Exchange Program For Islamic Leaders dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dan difasilitasi Ohio University, Amerika Serikat (2004)
- Exchange Program of Young Politician Partai Golkar dari Kementerian Luar Negeri Jepang (2007)
- Program of Youth Politician of Golkar Party to Germany dari Konrad Adenaeur Stiftung (KAS) (2008)
Beberapa buku karyanya:
Keniscayaan Globalisasi dan Nasib Civil Society (Globalization and Civil Society), 2005
Berita Terkait
-
Rempang Trending di Twitter: Proyek PSN Tuai Sorotan, Capai 80 Ribu Cuitan
-
Sinopsis Film His Only Son yang Diprotes Anggota DPR hingga Terancam Ditarik dari Bioskop
-
Hoaks; Timnas Indonesia Trending se-Asia Tengah Karena Kalahkan Turkmenistan, Dikagumi Cara Berikan Respek pada Lawan
-
Jangan Mudah Percaya Bila Ada yang Bilang Hari Ini Saddil Ramdani Dibanned dari Timnas Indonesia
-
Hari Ini Shin Tae-yong Ambil Keputusan Atas Saddil Ramdani, Dibanned Masuk Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday 2023?
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Sandiaga Uno Resmi Jadi Kakek, Atheera Uno Melahirkan Anak Pertamanya
-
Bintang Borneo FC Berharap Adanya Keajaiban Persib Tumbang di Laga Pamungkas
-
Detik-detik Cak Ji Gerebek Rumah Ratu Arisan Bodong Surabaya: Keluarga Nyaris Diamuk Biduan
-
14 Sapi Bobot Paling Berat Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Riau
-
Rupiah Tembus Rp17.660 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Jangan Takut, Ekonomi Kita Bagus!
-
Saat HUT ke 80 Sumsel, Herman Deru Temui Massa Mahasiswa yang Demo Soal Transparansi Anggaran
-
Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini
-
Ironi Literasi di Indonesia: Buku Masih Terlalu Mahal bagi Banyak Orang
-
Tak Hanya Xiaomi 17 Max, Mobil Listrik Gahar Xiaomi YU7 GT Siap Debut Pekan Ini
-
Review A Sad And Beautiful World: Romansa Drama di Beirut yang Menggugah