Belum lama ini sebuah isu liar berembus di media sosial. Dilihat di akun Twitter @triwul82, Direktur Seword Media Utama, Aliffurahman Asyari, melempar rumor adanya seorang bacapres yang menampar wakil menteri di ruangan rapat kabinet.
Hal ini awalnya disampaikan Aliffurahman di kanal YouTube-nya SEWORDTV. Disebutkan pula bahwa bacapres itu juga seorang menteri Presiden Joko Widodo.
"Ada salah seorang capres yang masih menjadi menteri itu katanya mencekik salah satu menteri. Jadi ada capres menteri nyekik wakil menteri saat rapat kabinet belum mulai dan sebelumnya katanya ditampar. Ini kemudian ditanyakan di grup WA," ungkap Aliffurahman di videonya.
Warganet pun ramai mengomentari isu tersebut, termasuk menduga bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto lah yang dimaksud.
Karena itulah Partai Gerindra kini ikut berkomentar mengenai isu liar itu. Dikutip dari Suara.com, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengaku enggan ambil pusing dengan rumor tak berdasar yang beredar.
"Kita nggak mau nebak-nebaklah. Orang kita nggak terlalu pikirin. Yang penting kita fokus di pileg dan pilpres," ujar Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/9/2023).
Karena itu pula Dasco enggan menebak-nebak pihak mana di balik munculnya isu tersebut. Sebab menurutnya isu tak berdasar itu disebar orang tak bertanggung jawab demi menutupi isu bergabungnya Partai Demokrat di koalisi pengusung Prabowo.
Namun menurut Dasco isu tersebut pun gagal menutupi masifnya pemberitaan tentang Partai Demokrat bergabung ke kubu Prabowo.
"Saya pikir kita tidak fokus kepada siapanya, tetapi kan ini isunya masif. Ada di online yang dikutip, kemudian YouTube yang kemudian diviralkan," jelas Dasco.
Baca Juga: Kapok Tawarkan AHY Jadi Cawapres? Demokrat Akui Ganti Minta Ini ke Prabowo Sebelum 'Turun Gunung'
"Tapi mudah-mudahan, kalau kita lihat dari analitik digital, tetep berita tentang Demokrat yang kemudian bersama Koalisi Indonesia Maju ratingnya lebih tinggi," lanjutnya.
Dasco juga hanya menjawab diplomatis ketika ditanya apakah akan memperkarakan masalah tersebut. Sebab menurutnya media yang menyebarkan tidak terdaftar di Dewan Pers.
"Ngomongnya bahwa dia dapat dari grup WA, dapat informasi, kan begitu. Itu ada disclaimer duluan, sehingga kita ini yang sebagai orang yang mengerti hukum ya senyum-senyum aja. Cuma ya mudah-mudahan rakyat kita sudah pintar yang gitu-gitu, mungkin tidak terpengaruh," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan