Jelang perhelatan Piala Dunia U-17 pada November mendatang, Pemerintah Provinsi Jakarta berusaha untuk memindahkan para penghuni tenda di sekitar Jakarta International Stadium (JIS), salah satu stadion yang akan menghelat pertandingan.
Untuk mengosongkan kawasan sekitar JIS itu, Lurah Papanggo Tomi Haryono diminta membujuk penghuni tenda untuk pindah.
"Ya untuk Piala U17 sebetulnya, kami lakukan secara persuasif dengan memberikan surat imbauan agar penghuni tenda mau merapikan barang-barang mereka," kata Tomi di Kantor Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (18/9/2023).
Tomi mengatakan di sekitar area berdirinya tenda tersebut juga sedang ada proyek pengerjaan trotoar dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Untuk kenyamanan warga, jajaran Pemerintah Kota Jakarta Utara menawarkan kepada warga sejumlah rumah susun yang ada di Jakarta Utara sebagai tempat hunian baru yang lebih layak.
"Kami berharap rusun di Jakarta Utara bisa menjadi pertimbangan mereka. Karena di lokasi mereka saat ini kan juga ada anak-anak mau ujian sekolah, kami cuma menyampaikan solusi," kata Tomi.
Namun warga bersikeras tidak mau pindah dari kawasan JIS karena rumah susun yang dijanjikan untuk mereka oleh gubernur DKI Jakarta sebelumnya, berada di tempat itu.
Pemerintah Kota Jakarta Utara memberikan tenggat waktu kepada warga untuk memikirkan kondisi yang dihadapi saat ini sampai Jumat (22/9/2023).
Karena JIS akan digunakan sebagai salah satu tempat pertandingan antarnegara peserta di ajang Piala Dunia U17 pada November mendatang.
Baca Juga: FIFA Coret JIS sebagai Markas Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia, Stadion Ini Jadi Gantinya
JIS sendiri akan menjadi markas bagi tim-tim di Grup C, E, dan F di Piala Dunia U-17.
Grup C berisikan Brasil, Iran, Kaledonia Baru, dan Inggris. Di Grup E ada Prancis, Burkina Faso, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Sedangkan dua tim Grup F yang akan bermain di JIS adalah Jerman vs Venezuela.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata