/
Jum'at, 22 September 2023 | 22:53 WIB
Ganjar Pranowo siap dipasangkan dengan Prabowo Subianto. Asal capresnya adalah Ganjar. Prabowo jadi cawapres. (Antara)

Capres PDIP Ganjar Pranowo mengatakan ia siap saja jika dipasangkan dengan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 mendatang. Tetapi ia mengajukan syarat, dialah yang harus menjadi calon presiden.

Ini diungkap Ganjar Pranowo dalam Podcast Frieds of Merry Riana yang tayang perdana Jumat malam (22/9/2023), ketika ditanya apakah ia bersedia dipasangkan dengan Prabowo di Pilpres.

"Apakah Ganjar - Prabowo atau Prabowo Ganjar?" tanya Merry dalam obrolan tersebut.

"Kalau tokohnya bisa dengan siapa pun. Kalau dari kami, PDIP, PPP, Perindo dan Hanura itu. Kita sudah pasti. Capresnya namanya Ganjar," tegas Ganjar Pranowo.

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengatakan skema tersebut tidak berubah. Ada beberapa alasan di balik keputusan tersebut.

"Tentu ada dari sisi, siapa pengusung, jumlah suaranya cukup atau tidak. Dan itu menjadi misi partai-partai yang sudah bulat," lanjut Ganjar.

"Kalau itu tidak bisa ditawar!" tegas dia.

Sebelumnya dalam podcast yang sama Ganjar Pranowo mengatakan dirinya sangat mungkin dipasangkan dengan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden atau pilpres 2024 mendatang.

"Sekarang ini, ada usaha-usaha untuk menduetkan Pak Ganjar dengan Prabowo. Apakah kemungkinan itu masih terbuka atau tidak ada?" tanya Merry Riana.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Ganjar Akui Sangat Mungkin Dipasangkan dengan Prabowo

"Sebenarnya dalam ilmu politik itu ilmu kemungkinan. Semua nama yang Mbak Merry sebutkan, semuanya mungkin," jawab Ganjar, yang sebelumnya diminta Merry Riana untuk mengomentari 5 orang tokoh, termasuk Prabowo Subianto.

"Termasuk bahkan dengan Pak Prabowo?" lanjut Merry.

"Sangat mungkin. Apa yang tidak mungkin?" jawab Ganjar.

Ia mengatakan selama pasangan capres dan cawapres belum didaftarkan ke KPU, maka kemungkinan berpasangan dengan Prabowo sangat terbuka. 

Ganjar Pranowo kemudian memberikan contoh partai-partai politik di Indonesia, yang sebelumnya sudah sepakat berkoalisi dan mendukung capres tertentu tapi kini malah berpisah.

"Ketika kemarin, Ganjar didukung oleh PDIP, PPP, Perindo dan Hanura. Yang lain mau dukung Ganjar, misalnya PAN. Tapi tidak jadi. Pindah ke sana. Itu sesuatu yang biasa," terang dia.

Load More