Putra sulung Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus legawa tak dipilih jadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan.
Tolakan dari Anies rupanya bukan pertama kali yang dirasakan oleh AHY. Pasalnya ia pernah didorong untuk jadi cawapres Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subiano di 2019, namun ditolak juga.
"Pada Pemilu tahun 2019 ketika Mas AHY istilahnya ditawarkan pada Pak Jokowi sebagai wapres tidak diterima, kepada Pak Prabowo juga enggak terima," kata analis politik M Qodari dalam tayangan di Total Politik.
"Jadi ditolak Jokowi dan Prabowo, terulang lagi menjelang 2024 di mana Mas AHY kalau dibilang enggak diterima atau ditolak lah, untuk menjadi calon wakil presidne Pak Anies," imbuhnya.
Menruut Qodari, ada ukuran tertentu yang dipakai oleh elit politik untuk mencalonkan seseorang pada sebuah posisi. Bagi Qodari, AHY perlu menerjang beberapa posisi termasuk menteri sebelum ingin menjadi orang nomor satu atau orang nomor dua.
"Saya soal orang harus berproses itu saya kira terjadi pada AHY, saya orang yang dari jauh-jauh hari mengatakan Mas AHY harus jadi menteri dulu bagaimana pun caranya," ujar Qodari.
"Jadi waktu Pilkada Jakarta 2017 selesai di mana Mas AHY kalah, saya bilang what next ya beliau harus jadi menteri dulu. Kalau mau jadi capres cawapres mohon maaf enggak dianggap orang," imbuhnya lagi.
AHY yang kini menjadi Ketua Umum Partai Demokrat sendiri baru saja meloncat dari koalisi pengusung Anies dan berbelok mendukung Prabowo Subianto.
Baca Juga: Terungkap, Ternyata Ini Alasan Utama Suwon FC Ingin Datangkan Pratama Arhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bangkit Lagi? Cek Perkiraan Harga HP Midrange Vivo S2 yang Dirumorkan Comeback Tahun Ini
-
Mortal Kombat 2 Raup Puluhan Miliar Sebelum Tayang, Siap Ikuti Kesuksesan Super Mario?
-
Upaya Duda Lina Jubaedah Jadikan Bintang Ahli Waris Berakhir Tragis, Hakim Nilai Cacat Formil
-
Kembalinya Mahkota Raja Pajajaran, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Pukau Warga Bogor
-
Ketika Bantuan Pendidikan Tidak Selalu Sampai pada Kebutuhan Anak
-
Sinopsis Film Backrooms: Teror Ruangan Kosong yang Penuh Gore dan Misteri
-
Realita Kehidupan Dewasa yang Tidak Selalu Indah di Buku Rapijali 3
-
Ini Program Wali Kota Solo untuk Mengentaskan Angka Pengangguran dan Kemiskinan
-
Sampah Hari Ini, Ancaman Masa Depan: Gen Z Tak Boleh Acuh pada Lingkungan
-
Tangisan Driver Ojol Penghasilannya Turun Drastis, Dulu Bisa Rp300 Ribu Per Hari, Sekarang Sulit