Di masa jayanya sebagai pemain, banderol Timur Kapadze tembus Rp 20 miliar.
Sedih, namun sudah kenyataan bahwa Timnas Indonesia tersingkir dari 16 besar cabor (cabang olah raga) sepak bola putra dalam Asian Games 2022. Yang mengatasinya adalah Timnas Uzbekistan di bawah Coach Timur Kapadze dengan skor 2-0 lewat perpanjangan waktu. Khoroshaya rabota kyda Coach Kapadze! Good job!
Seperti diungkapkan pengamat sepak bola Tanah Air, Ronny Pangemanan, dalam kanal You Tube Bung Ropan, sosok Timur Kapadze sebagai pelatih Timnas Uzbekistan memang ulet.
"Ketika kita banyak memberitakan soal Ramadhan Sananta, berita ini masuk ke kubu Uzbekistan. Dan sekarang mereka mengantisipasi kedatangan Ramadhan Sananta yang akan memperkuat lini serang Indonesia," demikian tutur Ronny Pangemanan soal Timur Kapadze mengulik Ramadhan Sananta.
"Sebenarnya mereka tidak gentar melawan siapapun, namun mereka tahu, kedatangan ini bisa menimbulkan masalah di lini belakang Uzbekistan," lanjutnya.
Timur Kapadze yang mengantongi prestasi Pelatih Sepak Bola Terbaik Uzbekistan 2022 berkarier sebagai pelatih sepak bola termasuk menangani Timnas Uzbekistan dan FC Olympic mulai 2021.
Sebelumnya, ia adalah pemain bola brilian, terakhir bergabung dengan Lokomotiv Taskent, dan gantung sepatu pada 2018.
Ia malang-melintang sebagai pemain pro di Liga Arab sampai Liga Korea. Banderol tertingginya mencapai Rp 20,440 miliar atau mendekati Rp 21 miliar saat transfer dari Sharjah FC ke Aktobe per 1 Juli 2012.
Dikutip dari Transfermarkt, sebagai pelatih Timur Kapadze menyukai formasi 4-3-3 gaya menyerang.
Ia memulai karier sebagai pemain bola sekira 2000 dengan bergabung di klub Neftchi, kemudian mulai 2002 bermain untuk Pakhtakor, lanjut ke Bunyodkor, kemudian main abroad di Incheon United Korea (2011), Sharjah FC Arab Saudi (2012), Aktobe Kazakhstan (2015) dan pulang ke negeri sendiri, Loko Taskent Uzbekistan hingga pensiun (2018).
Berikut profil dan biodata Timur Kapadze yang pernah mengantongi banderol di atas Rp 20 miliar:
Nama: Timur Kapadze
Lahir: Fergana, Uzbekistan (Uni Soviet, kini Federasi Rusia), 5 September 1981
Kewarganegaraan: dwi kewarganegaraan Uzbekistan dan Georgia
Usia: 42 tahun
Lisensi kepelatihan: Grade A Licence UEFA
Periode rataan sebagai pelatih: 1,73 Tahun
Formasi favorit: 4-3-3 Attacking
Mantan pemain: Loko Taskent (terakhir)
Harga pasaran sebagai pemain (sebelum pensiun): Rp 5 miliar
Harga pasaran tertinggi saat menjadi pemain: Rp 20,440 miliar
Pensiun sebagai pemain: 1 Januari 2018
Pelatih profesional: FC Olympic (per 1 Januari 2022)
Jabatan: Head coach atau pelatih kepala, mengantongi prestasi Pelatih Sepak Bola Terbaik Uzbekistan 2022
Berita Terkait
-
Amunisi Timnas Indonesia Berdatangan, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh Bisa Dimainkan Bareng di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Makin Akrab dengan Istilah Sepak Bola dan Dukung Timnas Indonesia, Apa itu Glut atau Quin-trick?
-
Bawa JDT Juara Liga Super Malaysia 2023, Jordi Amat Diusulkan Jadi Kapten Timnas Indonesia!
-
Riuh Permintaan Winger Persebaya Bruno Moreira Jadi Pemain Naturalisasi untuk Timnas Indonesia, Jawabannya Begini
-
Tanding Model Sistem Gugur, Timur Kapadze Tidak Mau Main-Main Ladeni Timnas Indonesia U-24 di Asian Games 2022
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA