Pengamat politik Hendri Satrio turut menanggapi soal pidato Presiden Joko Widodo di Rakernas IV PDI Perjuangan yang diduga memperlihatkan dukungannya di Pilpres 2024. Pasalnya Jokowi terang-terangan mengaku sudah membisiki Ganjar Pranowo untuk siap berlari pasca dilantik menjadi presiden.
“Lebih setuju lagi apa yang disampaikan calon presiden Pak Ganjar Pranowo. Tadi saya bisik-bisik ke beliau, nanti habis dilantik, besoknya langsung masuk ke kedaulatan pangan,” kata Jokowi, dikutip pada Senin (2/10/2023).
Hal ini belakangan menjadi pembicaraan karena Jokowi sebelumnya diduga lebih mendukung Prabowo Subianto ketimbang Ganjar yang notabene diusung partainya. Hensat sebagai pengamat politik menilai anggapan tersebut kurang masuk akal lantaran Jokowi pasti mempertimbangkan matang-matang soal siapa sosok capres yang bisa meneruskan kinerjanya.
Dilihat di kanal YouTube tvOneNews, Hensat lalu mengingatkan bahwa Prabowo sudah dua kali dikalahkan oleh Jokowi di Pilpres. Karena itulah, secara rasional dia menilai Jokowi sudah pasti akan lebih mendukung Ganjar ketimbang sang Menteri Pertahanan.
“Apakah kemudian Pak Jokowi akan memberikan tongkat estafet kepada Pak Prabowo yang dua kali dia kalahkan? Dua kali lho kalahnya, masa iya mau dikasih tongkat estafet?” ujar Hensat.
Baca Juga: Jokowi Disebut Lebih Dukung Prabowo Jadi Capres: Ganjar Nggak Bisa Diandalkan
“Pasti Pak Jokowi ada gundah gulananya lah menurut saya. Tapi kan Pak Prabowo ini sudah jadi sahabatnya, bukan lagi sekadar anak buahnya, jadi dia harus bantu dong. Makanya dia kirimkanlah kader-kader dia, relawan-relawan tegak lurus dia, untuk bantu Pak Prabowo,” sambungnya.
Hensat menilai Jokowi mempertimbangkan segala aspek sebelum menentukan dukungannya di Pilpres 2024. Selain menimbang-nimbang sosok yang sekiranya bisa melanjutkan pembangunannya, Hensat juga meyakini Jokowi mempertimbangkan sosok Megawati Soekarnoputri yang selama ini sudah mendukung karier politiknya.
“Tapi menurut saya kalau lihat dari kenyataannya, bahwa Pak Prabowo itu dikalahkan dua kali oleh Pak Jokowi, dan Pak Jokowi menginginkan kelanjutan dari pembangunannya, masa iya kemudian diserahkan kepada Pak Prabowo?” terang Hensat.
“Menurut saya, ini nanti ujungnya Pak Jokowi kembali ke Ibu Mega, karena memang kenyataannya Pak Jokowi tidak pernah disakiti oleh Ibu Mega, 7 kali itu dibantunya. Jadi menurut saya sih, saya percaya ada rasa terima kasih dan loyalitas dari Pak Jokowi kepada Ibu Mega, walaupun terlihat ada kekecewaan Mas Kaesang ke PSI dan bukan ke PDI Perjuangan,” tandas Hensat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci