Megawati Soekarnoputri telah menduduki jabatan Ketua Umum PDI Perjuangan sejak tahun 1998. Langgengnya masa jabatan Megawati ini rupanya turut disoroti oleh sang kakak, Guntur Soekarnoputra. Bahkan belum lama ini Guntur mengusulkan agar Megawati turun dari posisinya dan digantikan oleh Presiden Joko Widodo.
Hal ini kemudian ditanggapi oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Dilihat di kanal YouTube Liputan6, Hasto mengaku menerima setiap gagasan yang masuk, tak terkecuali tentang potensi Jokowi menggantikan Megawati sebagai Ketum PDIP di masa depan.
“Sebagai gagasan, tentu saja kami menerima sebagai masukan, tetapi terkait PDI Perjuangan skala prioritas memenangkan Pemilu. Ini Rakernas IV, kemudian Rakernas V diselenggarakan setelah Pemilu, baru pada tahun 2025 dilaksanakan Kongres Partai VI. Di dalam kongres itu kedaulatan berada di tangan anggota, itu lembaga pengambil keputusan tertinggi, itu nanti mekanisme berjalan di dalam partai,” ungkap Hasto, dikutip pada Senin (2/10/2023).
Meski begitu, Hasto menekankan bahwa partainya selalu mendengarkan apa yang diinginkan oleh akar rumput alih-alih hanya berkutat pada elite. “Tradisi PDI Perjuangan tentu saja politik arus bawah, politik mendengarkan hati sanubari dari para anggota, karena kongres akan diikuti oleh seluruh utusan dari tingkat yang paling bawah,” ujar Hasto.
“Nanti pada tahun 2025, kita menangkan dulu. Setelah Pemilu dimenangkan oleh dukungan rakyat, (lalu) PDI Perjuangan harus mengawal,” sambungnya, merujuk pada pemerintahan Ganjar Pranowo apabila memenangkan Pilpres 2024.
Baca Juga: Heran Dicibir Sombong gegara Sebut Jokowi Petugas Partai, Megawati: Saya Juga Petugas Partai
Di sisi lain, spekulasi Jokowi akan keluar dari PDIP terus mencuat beberapa waktu belakangan, terutama setelah sang putra bungsu Kaesang Pangarep dinobatkan menjadi Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Banyak yang menilai Jokowi tidak lagi nyaman di PDIP lantaran partai tersebut masih dikuasai oleh trah Soekarno.
Salah satu yang mengamininya adalah pengamat politik M Qodari. “Sebetulnya kalau Pak Jokowi nanti ke PSI, menurut saya adalah sebuah tanda kesantunan atau menahan diri yang luar biasa dari Pak Jokowi. Karena bukan tidak ada sebetulnya pihak-pihak yang ‘ngipasin’ Pak Jokowi untuk take over kepemimpinan PDIP dalam Rakernas 2020,” ungkap Qodari, dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Menyelinap ke Pikiran Ayah
-
Polisi Respons Dugaan Temuan Whip Pink di Rumah Reza Arap
-
Generasi Muda Terperangkap Utang Paylater dan Pinjol: Kurangnya Literasi Keuangan Jadi Pemicu?
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin