/
Senin, 02 Oktober 2023 | 23:12 WIB
Hugo Samir dinilai memiliki bakat sebagai pemain bola oleh asisten Shin Tae yong. ((pssi.org))

Hugo Samir, striker Timnas Indonesia U-20 yang banyak dikritik karena diganjar kartu merah dalam laga 16 besar cabang olahraga sepak bola melawan Uzbekistan di Asian Games China pekan lalu, dinilai memiliki bakat yang bagus.

Penilaian ini disampaikan asisten pelatih Timnas Indonesia Yoo Jae-hoon, yang bersama Shin Tae yong turut mengawasi perkembangan Timnas Indonesia U-20.

Yoo, dalam perbincangan di Podcast Sport77 Official di Youtube, Senin (2/10/2023), mengakui Hugo Samir masih butuh proses untuk bisa tampil maksimal di Timnas. 

Awalnya ia bercerita tentang pengalamannya dilatih Jacksen F Tiago di Persipura Jayapura dan di Barito Putra. Sampai kemudian Mamat Alkatiri, host podcast itu, bertanya soal Hugo Samir.

"Bagaimana melihat anaknya Coach Jackseon masuk di Timnas juga," tanya Mamat.

"Oh Hugo, ya? Dia punya talenta besar juga. Tapi butuh proses," beber Yoo.

"Masih butuh waktunya," sambung dia setelah berpikir sedikit lama.

Hugo Samir (kanan) diganjar kartu merah babak 16 besar Asian Games 2022 di Tiongkok, Kamis (28/9/2023). Skor akhir 0-2 untuk Indonesia (sumber: [Antara])


Diwartakan sebelumnya Hugo Samir banyak mendapat kritik saat membela Timnas U-20 di Asian Games. Ia dikartu merah wasit setelah masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, karena tampak hendak memukul pemain Uzbekistan.

Setelah Hugo Samir menerima kartu merah, setelah diganjar dua kartu kuning, permainan Timnas berantakan dan kebobolan dua gol di tambahan waktu.

Baca Juga: Asisten Shin Tae Yong: Timnas Indonesia Tak Perlu Naturalisasi Emilio Mulyadi dan Cyrus Margono

Hugo Samir dinilai belum bisa mengontrol emosi sebagai pemain bola profesional. Faktanya itu bukan pertama kali Hugo Samir berbuat konyol sehingga merugikan tim. 

Di laga kontra Taiwan dan Kirgistan pada babak penyisihan grup Asian Games, Hugo Samir juga beberapa kali terlihat emosional dan membuat keributan tidak perlu dengan lawan.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae yong pernah menarik Hugo Samir dari lapangan meski pemain keturunan Brasil itu dimainkan sebagai pemain pengganti di babak kedua dan baru bermain beberapa menit.

Ini terjadi pada Februari 2023, dalam laga persahabatan melawan Guatemala. Dalam pertandingan itu, Shin Tae yong memasukkan Hugo Samir pada babak kedua sebagai pemain pengganti. Tetapi tak lama berselang, ia digantikan karena hendak memukul salah satu pemain Guatemala. 

Yang paling parah tentu insiden yang terjadi 2021 lalu, ketika Komdis PSSI menghukum Hugo Samir dengan larangan bermain selama 1 tahun dan denda Rp 5 juta.

Pemicunya adalah aksi Hugo Samir sendiri yang menendang wasit dalam pertandingan Elite Pro Academy U-18 2021 antara Bhayangkara FC U-20 melawan Persebaya U-20. Hugo Samir ketika itu membela Bhayangkara.

Load More