Menang itu bonus, yang penting berproses dan terus menunjukkan kepada perolehan positif.
Ujar-ujar ini, "Menang itu bonus, yang penting berproses" disebutkan oleh Coach Justin, atau lengkapnya Justinus Lhaksana, mantan pelatih futsal dan komentator sepak bola saat menanggapi situasi Coach Indra Sjafri yang banyak dikomentari negatif saat membawa Timnas Indonesia U-24 ke kejuaraan sepak bola putra Asian Games 2022 dan gagal tembus 12 besar.
Kekinian, sosok kelahiran 28 Juli 1967 yang kadang juga disapa sebagai Coach atau Kuch Justin ini juga mengulas tentang peran seorang Shin Tae-yong yang berhasil mengubah sudut pandang para pemain Timnas Indonesia.
Dikutip dari Bandung Suara.com, fisik para pemain Indonesia kalah dengan negara lain. Demikian pula skill dan akurasi passing.
Akan tetapi, dengan memanfaatkan kualitas permainan dari jarak antarpemain menjadi kunci utama yang digunakan pemain Timnas Indonesia dalam menghadapi lawan.
"Kedua, mindset yang ditanam Shin Tae Yong adalah play to win," tandas Coach Justin.
Inilah yang membuat mental para pemain Timnas Indonesia menjadi lebih kuat, terutama saat menghadapi timnas-timnas dari negara yang unggul di sektor sepak bola.
Nilai-nilai positif yang berhasil dikembangkan Coach Shin inilah yang disebutkan Coach Justin mampu membawa Timnas Indonesia kepada perkembangan bagus.
Dalam gaya melatih pun, Shin Tae-yong tidak banyak berbeda. Antara lain saat disandingkan dengan Luis Milla. Soal strategi dan teknik yang diberikan kepada Timnas Indonesia kurang lebih serupa.
"Luis Milla tidak terlalu berbeda dengan Shin Tae-yong. Akan tetapi pelatih sebelum-sebelumnya beda, yaitu di teknik dasar. Sepak bola adalah permainan simpel yang sulit dimainkan," papar Coach Justin, sebagaiana dikutip dari kanal YouTube Persperktif Wilmar TV, Minggu (1/10/2023).
"Kalau saya berbicara teknik dasar, itu passing control. Baru dribbling, baru bicara mengambil keputusan, baru bicara positioning," ujarnya.
Disimak dari pengamatannya pribadi, Coach Justin menyatakan sebelum Timnas Indonesia dilatih Shin Tae-yong, para pemain sering melakukan long ball ketika tertekan sedikit oleh lawan. Padahal, akurasi long ball para pemain kita buruk.
"Dan itu masih terjadi di Liga 1, dipres sedikit long ball. Itu bukan sepak bola. Nggak perlu pelatih. Ibarat main tanpa pelatih saja bila sedikit sedikit long ball," tukas Coach Justin.
Ketika Timnas Indonesia dipegang Shin Tae-yong, build-up sudah dilakukan dari lini belakang. Permainan passing dan jarak antarpemain yang berdekatan juga dipraktekkan.
"Karena yang diterapkan Shin Tae-yong adalah sesuai kapasitas pemain kita," demikian analisa Coach Justin.
Baca Juga: Teka-Teki Siapa Pemain Naturalisasi di Lini Serang Timnas Indonesia, Ketua Umum PSSI Sebutkan: Siap!
Yaitu didasarkan pada fisik pemain kita, serta skill dan akurasi passing. Kualitas permainan dari jarak antarpemain itulah kunci utama yang digunakan para pemain Timnas Indonesia. Dan tentunya membangun mentalitas.
Berita Terkait
-
Teka-Teki Siapa Pemain Naturalisasi di Lini Serang Timnas Indonesia, Ketua Umum PSSI Sebutkan: Siap!
-
Tidak Terbentur Regulasi, Jay Idzes Bisa Penuhi Keinginan Shin Tae-yong Main di Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Coach Shin Tae-yong Ditunggu Kembali dari Korea, Hadapi Kemungkinan TC Timnas Indonesia Tidak Bisa Digelar Palembang?
-
Coach Shin Tae-yong Mesti Buru-Buru Kembali ke Korea Selatan, Ini Alasannya
-
Amunisi Timnas Indonesia Berdatangan, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh Bisa Dimainkan Bareng di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
'Kami Minta Dibebaskan', Ratusan Warga Datangi Mapolres Sanggau, Polisi Beri Waktu 3 Hari
-
5 Poin Penting di Balik Aksi Warga Bogor Barat Desak Dedi Mulyadi Buka Tambang Legal
-
Pembebasan Lahan Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor Dikebut Rampung Tahun Ini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Worth It Dibeli Pakai Gaji Pertama Mei Ini, Murah tapi Performa Ngebut
-
5 Fakta Baru Tabrakan Maut Pandeglang: Penahanan Penabrak Ditangguhkan hingga Dugaan Sakit
-
Arah Baru Dunia Pendidikan, Guru Masa Kini Wajib Jadi EduCreator?
-
Sopir Pajero Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Jaktim - Tinggalkan Korban, Ini Alasannya
-
5 Rekomendasi Serum Malam di Bawah Rp150 Ribu untuk Ibu Muda, Murah tapi Kualitas Nomor Satu
-
Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti
-
Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi