Pengalaman seru Jeje sebagai interpreter Coach Shin, ini yang dimintanya bila ada kondisi gawat.
Para penonton Timnas Indonesia tentunya familiar dengan Jeong Seok-seo, sosok yang selalu berada di sisi Pelatih Kepala Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Shin Tae-yong. Tugasnya sebagai intrepreter atau penterjemah sang pelatih.
Dipetik Metro Suara.com dari beberapa podcast di kanal YouTube, yaitu Sport77 Official, Plus26 bersama Boris Bokir, serta akun media sosial Instagram atas namanya pribadi, sosok anak muda seru ini berbagi sederet pengalaman tentang tugas yang tidak ubahnya bak "shadow" alias bayangan Coach Shin Tae-yong.
Pengertian menjadi bayangan ini karena tidak lain Jeje, sapaan Jeong Seok-seo bertugas mendampingi Coach Shin di berbagai tempat yang membutuhkan keberadaannya sebagai penterjemah. Utamanya saat Timnas Indonesia tengah berlatih, bertanding, sampai kunjungan ke berbagai tempat.
"Untuk menterjemahkan, tidak hanya kalimat yang didengar, akan tetapi perlu menangkap emosi dan menyampaikan seperti yang dikehendaki Coach Shin," paparnya kepada Boris Bokir.
Sampai kini, tugas ini bisa dihandle sebaik-baiknya. Akan tetapi, namanya manusia, pernah ada kejadian ia menyampaikan tanpa emosi atau lurus-lurus saja, sehingga ditegur Coach Shin agar menyertakan penekanan seperti diminta.
"Pernah juga karena cepat menterjemahkan, apa yang didengar disampaikan dahulu, akan tetapi kalimat di belakangnya mengoreksi bagian depan yang sudah disampaikan, sehingga langsung ralat," ungkap Jeje soal pengertian model kalimat MD dan DM atau Diterangkan Menerangkan dan sebaliknya.
Tidak sampai di sini, banyak yang mengira bahwa tugas Jeje berada di samping Coach Shin Tae-yong adalah 24 jam. Pengertian ini salah, karena sosok penyuka sepak bola ini bukanlah bodyguard atau sekretaris pribadi.
"Sehingga bila ada yang bertanya apakah makanan kesukaan Coach Shin, saya bisa jawab: hidangan Korea, di restoran Korea spesifik. Namun menu apa itu preferensinya, karena saya tidak selalu bersama-sama, dan saya sendiri gemar hidangan Indonesia," imbuhnya.
Tidak sampai di situ, dalam sebuah pertandingan, posisi Jeje juga tidak selalu bersama Coach Shin Tae-yong di bench.
"Ada peraturan yang mana berada di bench dibatasi, sehingga saat dibutuhkan saya ke sana, kemudian kembali lagi. Tidak selalu di samping," kisahnya kepada Boris Bokir.
Akan tetapi, Jeje tidak menampik sehubungan dengan tugasnya ia bisa dekat dengan semua pemain Timnas Indonesia, termasuk berada di kamar ganti. Tempat yang sangat diidam-idamkan para penggemar sepak bola dari mana pun di dunia, karena ada kesempatan berfoto, minta tanda tangan, bahkan merasakan keakraban antarpemain.
"Ya, itu benar, saya ikut berada di kamar ganti bersama para pemain. Namun wow sebentar saja, lama-lama juga menjadi biasa. Karena sebelum mendapat tugas menjadi penterjemah PSSI untuk Coach Shin, tugas saya sebagai freelancer intrepreter menangani para penyanyi Korea yang datang ke Indonesia. Mereka 'kan juga selebritis?" ungkap Jeje rendah hati.
Dan baik saat ditanya di podcast Plus26 dan Sport77 Official, bila ada pilihan sulit, Jeje Jeong Seok-seo atau Coach Shin Tae-yong yang mesti out dari Timnas Indonesia, ia menyatakan penuh perasaan.
"Tanpa pikir panjang saya akan bilang: lebih baik saya. Pasalnya, untuk interpreter bisa dicari lain. Namun untuk mendapatkan pelatih seperti Coach Shin tidak mudah. Bahkan tidak ada," tukasnya.
Demikian pula saat diminta menjawab dengan cepat, tentang satu kalimat untuk Shin Tae-yong, jawabnya adalah, "Please stay in Indonesia!"
Jeje Jeong Seok-seo perlahan paham soal sepak bola Indonesia, bukan semata sepak bola yang ia tekuni semasa sekolah, akan tetapi bagaimana bangsa kita berproses menjadi pencetak pemain bola yang andal.
Berita Terkait
-
Bercita-cita Timnas Indonesia Bisa Berbicara Lebih Tinggi di Tingkat Asia, Shin Tae-yong Mulai Pelatihan Pemain dari Sektor Ini
-
Semua Pemain Abroad Timnas Indonesia Ikut TC, Shin Tae-yong Punya Modal Kuat Bidik 8 Tiket Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Harapan Timnas Indonesia Bisa Pesta Gol di GBK Jakarta, Biar Lebih Tenang ke Bandar Seri Begawan untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Shin Tae-yong Tiba Lebih Cepat untuk Susun Jadwal Timnas Indonesia Kontra Brunei, Porsi Latihan Marselino Ferdinan Seperti Ini
-
Sudah Tiba di Jakarta, Pemegang Banderol Rp 5,21 M Ini Bawa Pesan dari Klubnya Tentang Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
35 Kode Redeem FC Mobile Aktif 7 Mei 2026, Klaim Star Shards dan Pemain OVR Tinggi
-
Laga Hidup Mati Kontra Adhyaksa FC, Rahmad Darwan 'Bakar' Semangat Pemain Persipura
-
Alih Fungsi Kali Ciputat Jadi Bintaro Xchange Mall Diduga Cacat Hukum dan Salah Gunakan Wewenang
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Update Jalur Tambang Parungpanjang, Sekda Bogor Ungkap Proses Appraisal dan Skema Hibah Lahan
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Film Method Acting Tayang di Indonesia, Intip Sinopsis Perjuangan Lee Dong Hwi Jadi Aktor Serius
-
SF Hariyanto Sering Disebut, Diminta Dihadirkan dalam Sidang Abdul Wahid
-
Tak Semua Cinta Bisa Diselamatkan: Tragedi Nara dan Jindo dalam Eye Shadow
-
Indra Sjafri Hingga Bambang Pamungkas Bakal Ramaikan Tayangan Piala Dunia 2026