Di tengah ramainya kontroversi keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengizinkan capres dan cawapres berusia di bawah 40 tahun - asal pernah terpilih sebagai kepala daerah dalam pemilu, di Ekuador pemuda 35 tahun baru saja memenangkan pemilu sebagai presiden.
Daniel Noboa, yang lahir pada 30 November 1987, dipastikan memenangkan pilpres Ekuador. Anak pengusaha pisang itu menang dalam perhitungan suara dengan keunggulan sekitar persen atas lawannya Luisa Gonzales yang sudah 45 tahun.
Gonzales sendiri sudah mengakui kekalahannya pada Senin (16/10/2023), setelah pencoblosan digelar Minggu kemarin.
"Hari ini kita menciptakan sejarah. Keluarga-keluarga Ekuador sudah memilih Ekuador baru, mereka memilih negeri yang aman dan yang menyediakan pekerjaan," tulis Noboa di Twitter, dilansir dari The Guardian.
Dalam kampanyenya, Noboa memang menjanjikan lapangan kerja, investasi asing dan perang terhadap kejahatan, terutama para gembong narkoba. Ekuador kini merupakan salah satu negara dengan tingkat kekerasan tertinggi di dunia.
Noboa, putra orang terkaya di Ekuador, sangat populer di antara pemilih muda dan mayoritas, yang berusia antara 18 - 29 tahun. Ia dikenal tenang dalam penampilannya di hadapan publik.
Rencananya Noboa akan dilantik sebagai presiden pada 25 November mendatang. Ia akan menjabat selama 17 bulan saja - karena memang dipilih dalam pemilu untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan oleh Guillermo Lasso yang dilengserkan DPR Ekuador pada Mei lalu.
Kampanye pemilu ini diwarnai oleh kekerasan yang brutal. Salah satu insiden yang paling mencolok adalah pembunuhan atas Fernando Villavicencio, capres yang dikenal antikorupsi, di siang bolong.
Villavicencio diduga dibunuh oleh 7 warga Kolombia, yang kesemuanya juga sudah tewas di dalam penjara.
Baca Juga: PDIP Solo Tegaskan Gibran Banyak Dilirik Sebagai Cawapres Bukan Karena Anak Presiden
Sementara di Tanah Air, MK pada hari ini memutuskan untuk mengabulkan sebagian gugatan soal batas usia capres dan cawapres dalam pemilu 2024 mendatang.
MK dalam putusannya mengatakan capres atau cawapres berusia di bawah 40 tahun diizinkan, asal pernah menjabat sebagai kepala daerah lewat pemilihan umum.
Putusan MK ini oleh sebagian pihak dinilai sebagai karpet merah untuk Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Jokowi yang kini berusia 36 tahun dan menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Ketua MK sendiri adalah paman Gibran, Anwar Usman.
Gibran disebut-sebut akan dicalonkan sebagai cawapres dari Prabowo Subianto. Meski demikian baik Gibran maupun Prabowo belum memberikan kepastian akan maju bersama dalam Pemilu 2024 mendatang atau tidak.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Valuasi Menarik, Intip Prospek Saham TLKM dan ISAT Pasca Implementasi Biometrik
-
5 Manfaat Tretinoin untuk Kulit Wajah, Lebih dari Sekadar Obat Jerawat
-
Sekilas Millwall FC Klub Baru Elkan Baggott: Lahir dari Buruh Dibesarkan oleh Konflik
-
5 Tips agar Lipstik Tahan Lama Setelah Makan, Warna Bibir Tetap On Point
-
ISPA hingga Penyakit Jantung Jadi Ancaman Terbesar Kesehatan Karyawan Indonesia
-
Ketika Guru Bersertifikat Justru Terjebak di Celah Kebijakan
-
Diduga Menyamar sebagai Securities Crowdfunding, PT Econext Ventures Indonesia Dihentikan
-
Tiga Kasus Pelecehan Seksual Jadi Alarm, Kampus Harus Evaluasi Total Efektivitas Satgas PPKS
-
Eks Kiper AS Bongkar Wajah Asli Klub Baru Elkan Baggott: Hati-hati, Milwall FC Itu Keras
-
1 Malam 3 Ledakan, Pelabuhan di Tepian Selat Hormuz Jadi Pusat Pertempuran AS - Iran