Mentalitas positif Timnas Indonesia, mulai pelatih sampai para pemain ini menjadi wacana menarik bagi siapa saja.
Agregat 12-0 yang dicapai Timnas Indonesia atas Brunei Darussalam dalam laga home and away preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menjadi titik tolak berhasilnya negara kita menembus fase awal kejuaraan sepak bola kelas dunia.
Pertama, Timnas Indonesia menang 6-0 atas Brunei di rumah kita sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada Kamis (12/10/2023). Kemudian yang kedua, Timnas Indonesia mengalahkan Brunei di rumah mereka pada Selasa (17/10/2023), dengan skor sama, 6-0.
Berkaca kepada keberhasilan ini, sosok pertama yang bisa disimak tentulah pelatihnya, "pawang" pembuat para pemain bisa tampil all-out dan berperforma tinggi.
Coach Shin Tae-yong dalam sebuah bincang-bincang dengan Denny Sumargo, mantan pebasket profesional, aktor, serta pengasuh podcast di kanal YouTube bertajuk Woy, Curhat Bang! menyatakan filosofi main bola adalah, "Jadilah manusia."
Bisa diartikan pendek atau panjang, akan tetapi maknanya adalah dengan menjadi manusia, memahami keinginan dan kemauan, baru kemudian bisa menjalani perjalanan bermain bola. Karena sesuai keinginan dan kemauan, maka akan mengusahakan untuk bermain bola sebaik-baiknya. Fokus serta memiliki determinasi tinggi.
Dalam kesempatan berbeda, Marc Klok, salah satu pemain Timnas Indonesia yang turun di preliminary Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menyebutkan bermain bola adalah suatu proses.
"Menang atau kalah nanti dulu, nikmati dulu prosesnya. Dan buat para pemain bola yang muda-muda, jangan takut, jadilah diri sendiri," demikian ungkap Marc Klok dalam podcast Sport77 Official.
Sedangkan Elkan Baggott dan Rafael Struick, saat ditemui dalam kesempatan berbeda di Kejuaraan Piala Asia U-23, Stadion Manahan Solo menyatakan hal mirip satu sama lain.
Yaitu alih-alih takut terhadap musuh, mereka lebih fokus kepada diri sendiri. Dalam arti menyiapkan hal terbaik yang bisa diberikan kepada lawan. Dengan demikian perhatian lebih mengarah kepada kesiapan, bukan menakar-nakar lawan tanpa berbuat apa-apa.
Dari beberapa pandangan dan pendapat-pendapat ini, terdapat benang merah antara prinsip yang ditanamkan Coach Shin Tae-yong, serta nilai-nilai milik para anak asuhnya dalam Timnas Indonesia. Laiknya seperti pepatah Like Father Like Son atau kalau ayahnya begitu, anak-anaknya (bentuk jamak) juga demikian adanya.
Sosok Shin Tae-yong yang terkenal tegas, seperti disebutkan pelatih kiper Timnas Indonesia, Yoo Jae-hoon bila harus menggambarkan pelatih kepala PSSI ini dalam satu kata, berpengaruh terhadap anak-anak asuhnya.
Kurang-lebihnya, Timnas Indonesia saat ini pasti memelihara nilai-nilai tadi. Yaitu fokus pada diri sendiri, menikmati proses perjalanan menuju tujuan utama, serta tidak lupa terus berprestasi.
Seperti diungkapkan Coach Shin Tae-yong dalam konferensi pers setelah Indonesia menekuk Brunei telak 6-0 di markas mereka.
"Tim Brunei lawan kita, jadi saya tidak bisa menilai apa-apa terhadap tim Brunei. Jika membentuk infrastruktur yang baik, sepak bola Brunei pasti punya harapan untuk berkembang ke depannya," ungkap Coach Shin.
Atau dengan kata lain, ia pasti lebih senang membahas tentang anak-anak asuhnya atau fokus kepada mereka yang dibinanya, ketimbang berkomentar soal prestasi atau penampilan kompetitor.
"Kami bandingkan skuad kami di pertandingan pertama dengan yang kedua. Hampir 70 persen diganti dan para pemain sendiri memang sangat bekerja keras dan bermain dengan baik. Walaupun bermain tandang tetap tidak lengah, jadi saya berterima kasih kepada para pemain," demikian ujar Shin Tae-yong sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.
Benar bukan, bahwa pemaparannya pasti lebih sarat topik tentang para pemain yang diasuhnya. Seperti kata Coach Shin selalu kepada mereka, "Fokus. Konsen."
Berita Terkait
-
Shayne Pattynama Masuk Starting Eleven di Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Buktikan Rotasi Shin Tae-yong Sukses
-
Baru Gegar Otak, Mas Codet Banderol Rp 34,76 M Ini Main Keren di Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Penyerang Depan Rp 3 M Cetak Brace di Leg Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ini Ungkapan Terima Kasih Khususnya
-
Agregat 12-0, Timnas Indonesia Siap Hadapi Grup F di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia Ronde Kedua
-
Waketum PSSI Beri Semangat kepada Timnas Indonesia, Surabaya Dandan Menyambut Piala Dunia U-17 2023
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Calon Kades Petahana Kabupaten Bekasi Diminta Cuti
-
Lapor Prabowo Soal 18 Kepala Daerah Kena OTT, Tito Soroti Background Artis hingga Pengusaha
-
TPA Dengung Lebak Banten Terbakar
-
Prabowo Buka Sinyal Destry Jadi Gubernur BI Definitif: "Kayaknya Gimana? Oke Nggak?"
-
PWI Protes Ucapan 'Sirkus' Deddy Sitorus, Dinilai Berpotensi Merendahkan Wartawan
-
Lolos ke Semifinal, Persebaya Fokus Pulihkan Kondisi Pemain Jelang Laga Berikutnya
-
Alasan Polisi Tambah Pasal Pidana pada Kasus Santri Terbakar
-
BPBD Pangandaran Waspadai Peningkatan Risiko Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau
-
Parole Examiner Lee: Membongkar Wajah Gelap Kekuasaan di Balik Sistem Hukum
-
Staf Terjerat Kasus Bupati Pemalang, KPK Perketat Akses Dokumen dan Terapkan Jejak Digital