/
Senin, 05 Desember 2022 | 19:39 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ([ANTARA/Indra Arief Pribadi])

DPR telah setuju KSAL Laksamana Yudo Margono menjadi calon Panglima TNI yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yudo akan menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang akan segera pensiun.

Lantas ke mana Andika Perkasa akan melanjutkan karier? Akankah ia akan masuk dalam jajaran Kabinet Jokowi?

Terkait ini, Direktur The Indonesia Intelligence Institute Ridlwan Habib mengatakan Andika Perkasa layak mengemban amanah menjadi salah satu menteri.

Mengutip dari Antara, Ridlwan Habib menilai kapabilitas Andika Perkasa masih dibutuhkan Presiden Jokowi.

"Prestasi dan pengalaman Jenderal Andika dapat membantu kerja pemerintahan pada 2023 yang penuh dinamika," kata Ridlwan Habib yang juga pengamat militer dan intelijen, Senin (5/12/2022).

"Kabarnya akan ada reshuffle dalam waktu dekat, jika benar, maka Pak Andika bisa menjadi menteri, yang pas kayaknya Menteri Pertahanan," kata Ridlwan.

Dia mengatakan, posisi Menhan yang sedang dijabat Prabowo Subianto yang digadang-gadang menjadi calon presiden (capres), bisa saja diganti agar lebih fokus dalam mengelola partai politiknya.

Ridlwan mengatakan peran Andika sebagai Panglima TNI setahun terakhir terbukti baik dan berhasil.

Beberapa pencapaian besar berhasil disuguhkan Andika, seperti latihan besar-besaran Super Garuda Shield dan tugas pengamanan KTT G-20 di Bali November 2022.

Baca Juga: Demi Redam Kemarahan Forkabi, Pengamat Sarankan Heru Budi Pilih Sekda Orang Betawi Lagi

"Jika menjadi Menhan, Pak Andika bisa mengkonsolidasikan berbagai rencana yang sudah disusun, namun belum tuntas diselesaikan karena keburu habis masa jabatan menjadi Panglima TNI," kata dia.

Sementara, posisi KSAL yang ditinggalkan Yudo, dari beberapa calon bintang tiga, menurut Ridlwan, Rektor Universitas Pertahanan Laksamana Madya Amarulla Octavian paling berpeluang dipilih presiden.

"Profesor Octavian adalah laksamana bintang tiga Angkatan Laut yang jago 4 bahasa asing dan sudah menulis puluhan buku tentang doktrin dan strategi angkatan laut," kata Ridlwan.

Dia mengatakan situasi geopolitik kawasan laut sekitar Indonesia sedang hangat, misalnya ketegangan di Selat Taiwan, pencurian ikan di Laut Natuna, dan peningkatan persenjataan kapal selam Australia di sisi selatan Jawa.

"Perlu figur KSAL yang cerdas, bisa berdiplomasi, dan paham tentang dinamika ancaman maritim. Dari calon-calon yang ada saya kira Pak Octavian tepat jika dipilih Presiden menjadi Kasal yang baru pengganti Pak Yudo," ujarnya. 

Load More