/
Rabu, 14 Desember 2022 | 19:49 WIB
Terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, Kuat Maruf alias KM menyapa pengunjung dalam sidang lanjutan kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022). ([ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra])

Kebohongan terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kuat Ma'ruf terungkap pada persidangan, Rabu (14/12/2022).

Indikasi kebohongan itu diungkap Ahli poligraf atau uji kebohongan dari Polri Aji Febrianto Ar-Rosyid. Kuat Ma'ruf terindikasi berbohong saat mengaku tidak melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J.

“Untuk indikasi kedua, untuk Saudara Kuat yang dilakukan pemeriksaan pada tanggal 9 September adalah 'Apakah kamu melihat Pak Sambo menembak Yosua?' Jawabannya Saudara Kuat, tidak. Hasilnya bohong,” kata Aji ketika menyampaikan kesaksian sebagai saksi ahli persidangan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022).

Aji mengungkapkan, Kuat menjalani dua kali tes poligraf. Adapun pertanyaan relevan dalam tes poligraf Kuat Ma’ruf yang pertama adalah apakah Kuat memergoki persetubuhan Putri Candrawathi dengan Yosua.

“Dia jujur dia tidak memergoki. Tidak melihat,” ucap Aji.

Aji menyebut skor yang diperoleh Kuat Ma’ruf saat pemeriksaan poligraf pertama yakni positif 9, dan pada pemeriksaan kedua adalah minus 13. 

Diketahui, skor minus menunjukkan terdakwa terindikasi berbohong atau deception indicated, sedangkan skor positif menunjukkan yang terperiksa tidak terindikasi berbohong atau no deception indicated (NDI).

Selain itu, Aji pun menyebut hasil tes terdakwa Ricky Rizal berbeda dengan Kuat Ma’ruf, Ricky Rizal tidak terindikasi berbohong dalam kedua pemeriksaannya.

“Yang pertama adalah berkaitan dengan Saudara Ricky, ‘Apakah seseorang menyuruhmu mengambil senjata api Yosua?’ Jawabannya tidak. Ini jawaban jujur,” kata Aji.

Baca Juga: Persidangan Ferdy Sambo Cs, Ahli: Belum Ada yang Pernah Manipulasi Pemeriksaan Poligraf

Sementara, saat Ricky ditanya apakah melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J, Aji menyebut bahwa Ricky menjawab tidak. Hasil dari pemeriksaan poligraf menunjukkan bahwa Ricky tidak terindikasi berbohong.

“Jujur, Ricky tidak melihat Pak Sambo menembak,” kata Aji.

Skor yang diperoleh Ricky dalam pemeriksaan poligraf adalah positif 11 dan positif 19.

Saat ditanya terkait hasil pemeriksaan Richard Eliezer atau Bharada E, Aji mengatakan bahwa hasil pemeriksaan poligraf menunjukkan bahwa Eliezer tidak terindikasi berbohong.

“Pertanyaannya, ‘Apakah kamu memberikan keterangan palsu bahwa kamu menembak Yosua?’ Saudara Richard menjawab tidak. ‘Tidak’-nya ini jujur. Richard ini menembak Yosua,” kata Aji.

Lebih lanjut, Aji mengungkapkan akurasi tes poligraf memiliki ambang batas terendah sebesar 93 persen. Ia mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya belum ada yang pernah memanipulasi pemeriksaan poligraf.

Load More