Akun Twitter milik Muhammad Said Didu tiba-tiba dilabeli peringatan keras oleh Twitter. Disebutkan jika akun Said Didu dalam status dibatasi.
"Caution: This account is temporarily restricted," tulis Twitter ketika mencoba membuka akun Said didu @msaid_didu pada Jumat (16/12/2022) sore.
Dalam keterangan disebutkan bahwa ada aktivitas yang tidak biasa dari akun Said Didu.
Namun akun Twitter Said Didu masih bisa dibuka karena Twitter masih memberikan kesempatan bagi publik untuk megakses akun @msaid_didu.
Merespon hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat pun buka suara.
Ia menduga, Twitter yang kini dimiliki oleh Elon Musk itu tengah melakukan bersih-bersih.
“Kelihatannya Twitter “Pak Elon”, lagi bersih-bersih akun spam, bot, troll dan lain-lain. Semoga benar,” cuit Jansen, Jumat (16/12/2022).
Namun ia mempertanyakan sikap Twitter pada akun milik Said Didu. Pasalnya, akun itu benar dimiliki oleh Said Didu dan bukan robot.
“Terus teman-teman yang di-suspend itu karena apa ya? Khusus pak Said Didu kan jelas orang dan akunnya,” imbuhnya.
Baca Juga: Wanita di Dairi Culik Bayi Usia Tiga Hari, Modus Beri Bantuan dari BPJS
Sementara itu, Jansen juga mempertanyakan adanya pengurangan followers akun Twitter miliknya @jansen_jsp.
Pada Kamis (15/12/2022) malam, followersnya berjumlah 275 ribu.
Tapi jumlah itu berubah dalam waktu singkat. Ia mengunggah tangkapan layar profile Twitternya pada pukul 13:49 di hari Jumat (16/12/2022).
Dari gambar tersebut, nampak followersnya tersisa 272.163. Atau kurang lebih dari 3000 followers.
“Baru tahu aku kehilangan 3000 ribu follower. Semalam 275 ribu. Skrg tinggal 272 ribu,” ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan