/
Sabtu, 24 Desember 2022 | 11:49 WIB
Korban investasi bodong di Tasikmalaya (Harapanrakyat.com)

Bermodal tawaran dan janji manis, seorang oknum bidan berinisial NM berhasil meraup puluhan miliar dari sekitar dua ribu orang.

Hal ini terungkap dari adanya sejumlah perawat yang datang ke markas Polres Tasikmalaya, Jawa barat untuk melaporkan dugaan penipuan investasi bodong yang dilakukan oknum bidan itu.

NM mengelola investasi bodong dengan perusahaan bernama Tanam Modal.

Oknum bidan itu menjanjikan akan menanggung setiap tagihan dan bertanggung jawab terhadap keamanan member serta mengembalikan uang member secara utuh. 

Eva Adi Ridwana, salah seorang korban mengatakan, awal mula ia bisa tertipu lantaran tergiur dengan tawaran dan janji manis dari NM. 

Namun, pada kenyataannya para korban justru tertipu dengan investasi bodong itu.

“Member itu membelanjakan lewat limit spaylater pada toko di Shopee yang diarahkan NM. Instruksinya menghabiskan uang pinjaman yang ada di dalamnya,” terang Eva dikutip dari Harapanrakyat.com--jejaring Suara.com, Jumat (23/12/2022) kemarin.

Untuk limit Rp 1-3 juta, lanjutnya, pembayaran tagihannya 1 kali cicilan. Sedangkan limit Rp 4-10 juta bayar tagihannya 3 kali cicilan. 

Selain memakai SPaylater, kata Eva, NM juga menawarkan korban untuk meminjam di SPinjam, salah satu layanan pinjaman online yang bisa ditarik langsung uangnya oleh pengguna. 

Baca Juga: Masih Bahas Soal Isu Perselingkuhan dengan Sosok RD, Regi Datau Semakin Mesra dengan Ayu Dewi

Korban, yang telah menarik dari SPinjam tersebut kemudian menyetorkan uangnya dengan iming-iming akan mendapatkan bagi hasil sesuai kesepakatan dengan NM. 

Selain di Shopee, kata Eva, member juga bisa menggunakan Akulaku sesuai arahan NM. 

Sementara itu, Wahyu Saeful Maarief, kuasa hukum korban menambahkan, dalam perjalanannya awal mula kegiatan berjalan lancar.

Namun pada akhirnya terjadi keresahan dan masalah, yang semula NM akan bertanggung jawab dan membayar tagihan setiap bulannya, tapi pada kenyataannya tidak membayar dan sulit dihubungi.

“Akibatnya, para member mendapat tagihan lewat telepon dari perusahaan aplikasi,  hingga bunga pinjaman online di setiap tanggal jatuh tempo terus membengkak dan menjadi utang pribadi pinjaman para member,” ungkapannya.

Saat ini, kata Wahyu, para korban bersama kuasa hukum mendesak polisi untuk mengungkap siapa aktor yang sebenarnya dan segera menangkap terduga pelaku yang telah membawa uang korban. 

Load More